Keluarga

Keluarga Sambung

Salah satu hal yang tak diharapkan yang kadang menimpa adalah kematian suami atau istri. Bukan saja kita harus siap menghadapi kesedihan dan hidup dalam kesendirian, kita pun mesti siap merawat dan membesarkan anak—sendirian. Berbahagialah kita yang bertemu dengan seseorang yang mengasihi kita dan anak-anak kita; bersamanya kita dapat “menyambung” hidup berkeluarga. Namun itu tidak berarti bahwa hidup akan lancar. Berikut akan dipaparkan beberapa tantangan yang mesti dihadapi dan masukan bagaimana mengatasinya.

Tantangan Orangtua Tunggal

Kadang di dalam perjalanan hidup pernikahan, tidak selamanya suami istri bisa hidup berpasangan hingga masa tua. Ada yang harus bercerai, ada pula yang pasangannya meninggal ketika anak-anaknya masih kecil. Tentu ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi orangtua tunggal yang tersisa. Apa saja tantangannya dan bagaimana cara menghadapinya?

Kerukunan Dalam Keluarga

Tujuan hidup adalah untuk memuliakan Tuhan. Jika demikian, maka semua — termasuk pernikahan — adalah untuk memuliakan Tuhan. Untuk memuliakan Tuhan, pernikahan harus bersatu dan rukun. Berikut akan dipaparkan beberapa langkah untuk memelihara kerukunan, yaitu bersedia menanggung kelemahan pasangan, saling membangun, dan menerima satu sama lain.

Bebas dari Jerat Narkoba

Masalah narkoba semakin lama semakin memprihatinkan. Jika pada tahun 1990-an narkoba hanya berkaitan dengan segelintir orang, sekarang peredaran narkoba sudah merambah anak-anak usia Sekolah Dasar! Berikut akan dibahas ciri-ciri pemakai narkoba, tahapan pemakaiannya, reaksi keluarga pemakai narkoba, dan rehabilitasi kecanduan narkoba.

Melindungi Anak dari Jerat Dunia Digital

Perkembangan dunia digital begitu pesat. Sayangnya, bersamaan dengan dampak positif kemajuan teknologi yang terjadi, dampak negative juga muncul, khususnya bagi anak-anak. Anak-anak yang terpapar gadget terlalu dini dapat mengalami gangguan otak, emosi, dan relasi social. Oleh karena itu perbincangan kali ini akan mengungkapkan apa saja yang bisa orangtua lalukan untuk melindungi anak dari dampak buruk dunia digital.

Hikmat Membagi Warisan

Tatkala muda, kita membagi kasih dengan anak; tatkala tua, kita membagi warisan dengan anak. Dalam membagi warisan, kita musti bersikap bijak. Apabila kita keliru membagi warisan, kita pun akan dituduh pilih kasih atau tidak adil. Itu sebab penting bagi kita untuk memperhatikan hal ini supaya setelah kita meninggalkan dunia, kita tidak meninggalkan masalah buat anak-anak kita. Berikut beberapa panduan agar kita bijak membagi warisan.

Tatkala Divonis Terminal

Hampir dapat dipastikan setiap kita akan harus berhadapan dengan kematian orang yang terdekat dengan kita. mungkin itu ayah atau ibu, suami atau istri, kakak atau adik, bahkan bisa saja kematian anak sendiri. Pada umumnya kita diharapkan dan mau mendampingi orang yang dekat dengan kita mulai dari dia sakit sampai akhirnya pulang ke rumah Bapa di Surga. Berikut beberapa masukan untuk menolong kita mendampingi si penderita sakit.

Mendampingi di Saat Akhir

Meski kita tahu pada akhirnya kita harus mati, tapi pada umumnya kita merasa tidak siap untuk mati sewaktu menerima kabar bahwa kita menderita penyakit terminal. Biasanya diperlukan WAKTU untuk akhirnya kita bisa menerima kenyataan itu. Berikut akan dipaparkan proses penerimaan kenyataan yang menakutkan berdasarkan pemikiran Elizabeth Kubler Ross.

Dampak Kekudusan dan Kerukunan pada Anak

Kekudusan dan kerukunan adalah dua tiang yang menyangga rumah tangga.Tanpa salah satu di antaranya, pernikahan runtuh menimpa anak-anak yang bernaung di bawah atapnya.Kita harus menjaga pernikahan—bukan saja kekudusannya, tetapi juga kerukunannya.Keduanya sama penting dan mesti ada di dalam pernikahan.Bagaimana dampaknya bila kekudusan terjadi tanpa adanya kerukunan? Dan sebaliknya, apa akibatnya bila kerukunan terjadi tanpa disertai kekudusan?

Menciptakan Anak-Anak yang Rukun

Fakta menunjukkan bahwa orangtualah yang sebenarnya mampu meletakkan dasar bagi terciptanya kerukunan antar saudara kandung. Kalau dipupuk sejak anak usia dini, maka hampir bisa dipastikan di masa dewasa akan tercipta solidaritas persaudaraan, kekeluargaan, dan kehangatan yang terpelihara antar saudara kandung. Maka orangtua perlu mengetahui hal apa saja yang diperlukan untuk membentuk anak-anak yang rukun.

Halaman

Berlangganan RSS - Keluarga