Karakter/Kepribadian

LGBT (4) Temanku Gay

Dalam pertemanan, kita bisa saja bertemu dengan kaum penyuka sesama jenis. Seringkali kita kikuk, tidak tahu harus berespon seperti apa. Sebenarnya kaum penyuka sesama jenis itu beragam dari latar belakang dan ekspresi diri. Mayoritas mereka juga bukan pemangsa seksual! Kita masih bisa berteman dengan mereka. Pertanyaannya adalah pertemanan yang seperti apa?

Cinta Uang (II)

Ternyata saya cinta uang! Adakah kesempatan saya untuk bertobat dan menjadi cinta Tuhan? Apa solusinya?

Cinta Uang (I)

“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. … Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24) Berikut dipaparkan tanda-tanda sekaligus akibatnya bila kita cinta uang kemudian dibandingkan dengan tanda-tanda dan akibatnya bila kita cinta Tuhan. Kita termasuk yang mana ya?

Anakku Gay (II)

Bila kita tahu anak kita menyukai sesama jenis, mari luapkan semua beban hati kepada Tuhan dan beri respon yang benar kepada sang anak. Tetap buka pintu komunikasi.

Anakku Gay (I)

Mengetahui anak menyukai sesama jenis bisa menjadi pukulan paling menyakitkan bagi orangtua. Seringkali orangtua meresponinya dengan keliru – marah, menolak sang anak, menyuruhnya menikah dengan lawan jenis, dan lain-lain – yang ternyata malah memperburuk hubungan anak dengan orangtua

Pulih dari LGBT (3)

Sebelumnya kita sudah bicara tentang LGBT dan apa yang menyebabkannya. Sekarang kita mau melihat proses pemulihan LGBT. Untuk memulihkan LGBT memerlukan pendekatan secara psiko sosio spiritual, yakni melalui proses konseling dan masuk dalam komunitas yang baru.

Penyebab LGBT (2)

Seseorang dapat terikat isu LGBT karena berbagai hal. Kekurangan cinta yang utuh dari kedua orangtua pada masa nol – 12 tahun sangat besar pengaruhnya pada pengembangan identitas seksual anak. Ditambah dengan pelecehan seksual pada anak dan pengaruh buruk lingkungan, ketiga hal ini dapat menyebabkan seseorang terikat LGBT di masa dewasanya

Mengenal LGBT (1)

Isu LGBT kian ramai diperbincangkan seolah ini ancaman yang dulu tidak ada dan sekarang ada. Padahal isu LGBT telah ada sejak zaman Sodom dan Gomora. Isu ketertarikan sejenis maupun perilaku homoseksual hanyalah salah satu dosa seksual, bukan satu-satunya dan juga bukan yang terbesar, juga bukan yang terberat. Mari kita mengenali LGBT, memandangnya secara proporsional, dan mengusahakan pemulihannya.

Kerapuhan Hidup

Hidup itu rapuh. Begitu rapuhnya hidup sehingga kapan waktu, hidup—sebagaimana kita kenal—dapat berhenti. Tadinya kita bisa berjalan, sekarang tidak. Tadinya kita bisa bekerja, sekarang tidak. Tadinya kita bisa memercayai istri atau suami, sekarang tidak. Tadinya kita bisa melihat orang tua, sekarang tidak. Itulah hidup. Berikut akan dipaparkan beberapa masukan untuk menolong kita menghadapi kerapuhan hidup.

Stres Baik atau Buruk

Pada umumnya kita mengaitkan “stres” dengan segala sesuatu yang buruk. Apakah memang benar demikian? Hans Selye, seorang ahli dalam bidang stres pada awal abad 20, berpendapat tidak semua stres berpengaruh buruk. Menurutnya sebagian stres justru berpengaruh baik sebab stres dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas serta daya tahan mengatasi masalah. Apakah yang harus kita perbuat bila menghadapi stres?

Halaman

Berlangganan RSS - Karakter/Kepribadian