Skip to main content

Menyiapkan Anak Berpacaran

Abstrak
Sebagai orangtua, kita mempunyai tugas menyiapkan anak untuk memilih pasangan hidup yang tepat baginya dan berkenan di mata Tuhan. Tugas ini tidak mudah. Oleh sebab itu perbincangan kali ini akan memberikan masukan bagi orangtua dalam menyiapkan anaknya berpacaran – dan kelak – menikah
Play Audio
Transkrip

Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi di mana pun anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK) akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi. Beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling. Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.

GS : Pak Paul, topik apa yang mau kita perbincangkan kali ini?

PG : Kita mau bicarakan apa yang mesti kita lakukan untuk menyiapkan anak-anak kita berpacaran.

GS : Ya. Persiapan itu memang penting. Dalam kegiatan apapun, persiapan ini menentukan berhasil tidaknya untuk masa depan.

PG : Betul.

GS : Jadi, bukan hanya kita, tetapi juga untuk anak-anak kita.

PG : Betul. Bukankah waktu anak-anak masih kecil kita juga membantu anak-anak misalnya memilih sekolah yang baik, sewaktu mereka masa remaja kita membantu mereka memilih teman-teman yang baik. Saya kira ya sudah selayaknya pada masa-masa mereka itu siap berpacaran, kita juga mendampingi mereka, menolong, agar mereka bisa siap masuk ke dalam masa berpacaran dan menikah dengan orang yang tepat untuk mereka.

GS : Sejak kapan kita perlu mendampingi anak-anak dalam hal berpacaran ?

PG : Biasanya anak-anak mulai berpacaran sekitar usia-usia 17 atau 18 tahun atau 20an tahun. Itulah masa-masa dimana kita juga bersama dengan anak-anak mendampinginya.

GS : Iya. Hal-hal apa yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendampingi anaknya berpacaran ?

PG : Kita mau menyiapkan anak-anak kita. Langkah pertama adalah kita harus berdoa buat anak kita, Pak Gunawan. Sejak anak-anak kecil, kita bawa mereka ke dalam doa, minta Tuhan nanti menyediakan pasangan hidup yang baik dan yang cocok buat anak kita. Kita mendoakan anak untuk sekolahnya, untuk karirnya, nah, jangan lupa mendoakan anak kita untuk pasangan hidupnya. Supaya nanti Tuhan membimbing anak kita mulai d