Orangtua/Anak

Seringkali menjadi keluahan dari banyak orang tua yaitu sulit sekali menjalin suatu relasi dengan remaja karena suka melawan, banyak tanya dsb. Apa yang harus dilakukan orang tua untuk bisa berelasi baik dengan remaja?

Video games dan play-station merupakan suatu benda baru yang dekat dengan anak-anak. Benda ini tidak harus berkonotasi negatif atau jelek. Karena benda ini juga dapat berperan positif bagi anak-anak. Tetapi di sini orangtualah yang perlu berperan untuk mengatur sebaik mungkin agar tidak merugikan anak.

Berdoa adalah perlu kita ajarkan kepada anak sejak anak masih bayi, pada saat dia masih belum mengerti apa-apa. Dengan doa, anak akan selalu merasa bahwa dia harus hidup di hadapan Tuhan dan dia tidak bisa lari dari hadirat Tuhan.

Ada yang harus kita perbuat tatkala anak sudah tidak lagi mendengarkan perkataan kita dan tidak bisa lagi membuatnya melakukan hal-hal yang kita kehendaki. Materi ini akan menolong para orang tua menemukan jawaban dalam menghadapi anak yang seperti tersebut di atas.

Konsep diri merupakan bagian yang sangat penting dalam kepribadian dan hidup kita, karena selain menyangkut aspek pengetahuan, juga menyangkut aspek perasaan. Dengan memiliki konsep diri yang baik, kita akan merasa diri berharga serta memiliki kehidupan yang lebih memuaskan di dunia ini.

Sekalipun kita cukup dekat secara fisik dengan remaja kita karena masih serumah dengan kita, tapi seringkali terjadi salah mengerti dan akhirnya kita harus berteriak seolah-olah remaja kita itu memang jauh. Kita akan belajar apa itu remaja dan bagaimana menghadapi remaja?

Dalam hal ini kita akan mengetahui bagaimana anak itu dapat mempunyai percaya diri dan sejauh mana kepercayaan dirinya tersebut.

Memiliki anak lagi memang suatu anugerah dan karunia yang menggembirakan sekali bagi orang tua. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan munculnya suatu masalah terutama bagi anak yang sulung, karena kecenderungannya kemunculan adik atau anak kedua akan menimbulkan masalah bagi si kakak.

Salah satu kriteria orang tua otoriter adalah seberapa banyak kita mengekang anak dan tidak membiarkan mereka memiliki ruang geraknya sendiri. Orang tua yang otoriter tidak mengijinkan anak mempunyai pendapat sendiri, memiliki minat yang berbeda, atau melakukan sesuatu yang berbeda. Anak memerlukan ruang untuk bergerak, agar ia terlatih untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri.

Setiap anak mempunyai konsep diri, dan kita perlu membangunnya sehingga konsep diri ini bisa terbangun dengan baik dan positif. Menjadikan anak yang baik dan sehat, konsep dirinya biasanya ditunjukkan dalam tingkah lakunya yang relatif bebas dan gembira. Konsep diri anak dibagi atas anak yang memiliki kemampuan intelektual dan yang memiliki intelektual kurang.

Halaman