Orangtua/Anak

Mendisiplin anak merupakan kewajiban, bukan sekadar pilihan kesukaan orang tua. Melalui materi atau judul ini akan disajikan bagaimana kita orang tua dapat mendisiplin anak dengan efektif.

Bagaimanakah kita sebagai orangtua dapat menolong mengendalikan emosi dan perilaku anak. Ada beberapa langkah yang dapat kita ajarkan dan semuanya termaktub dalam akronim STAR yakni Stop, Think And Respond.

Dewasa ini banyak orang tua yang memberi perhatian besar kepada anak. Sebagai contoh banyak orang tua yang memikirkan pendidikan dan masa depan anak.. Sayangnya sebagian besar perhatian orang tua pada anak sesungguhnya lebih berbentuk tuntutan. Tanpa disadari, pola asuh seperti ini pada akhirnya berpotensi menjerumuskan anak ke dalam masalah kepribadian yakni borderline.

Anak yang dibesarkan di tengah keluarga yang tidak harmonis, tidak bisa tidak sendi-sendi keluarga akan tergoyahkan, sudah tidak lagi berfungsi dengan semestinya. Dan hal ini akan berakibat pada anak khususnya melumpuhkan daya fantasi anak dan akan membuat pertumbuhan anak itu terhambat.

Takut sekolah bukan hanya terjadi pada anak-anak yang baru pertama kali sekolah, tetapi ada anak-anak yang mungkin sudah satu minggu, dua minggu atau bahkan beberapa bulan tiba-tiba takut sekolah. Dan dalam hal ini orangtua sangat perlu memperhatikan kira-kira apa yang menjadi dasar penyebabnya.

Seorang anak akan mengalami perkembangan, dan bagian dari perkembangan itulah dia belajar bagaimana mengatur tingkah laku orang-orang di sekelilingnya untuk memenuhi kebutuhannya dan kemauan-kemauannya.

Sebagian anak lahir penurut, sebagian lagi lahir dengan karakter keras kepala. Sebenarnya apakah yang membuat anak keras kepala dan penurut? Materi ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

Tidak semua pasangan nikah dikaruniakan anak sehingga mengadopsi anak menjadi sebuah alternatif yang layak dipertimbangkan. Sungguhpun demikian kita mesti memastikan beberapa hal di bawah ini agar tidak melakukan kesalahan dalam mengadopsi anak.

Ada anak yang harus hidup dengan kekerasan hari lepas hari, baik itu kekerasan akibat konflik orang tua ataupun kekerasan yang dialami anak dari orang tua. Bila kekerasan dalam rumah tidak diimbangi dengan kasih sayang, anak berpotensi untuk bertumbuh besar dengan masalah kepribadian antisosial. Di sini akan dipaparkan pola asuh seperti ini pada perkembangan anak.

Pertengkaran orangtua mempunyai pengaruh terhadap hubungan atau relasi seseorang. Anak yang dibesarkan dalam rumah yang sarat dengan pertengkaran akan mengalami gangguan dalam hubungannya dengan orang lain.

Halaman