Pendidikan
Belajar Kepemimpinan Musa
Mengenal Anak Melalui Karyanya
Terapi Bermain
Kita tahu anak-anak menyukai permainan, dan hampir semua permainan disukai oleh anak-anak. Tapi sangat asing bagi kita kalau permainan, bisa digunakan sebagai terapi. Dengan terapi bermain itu, kita bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh anak, karena anak tidak bisa mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata seperti orang dewasa. Bagaimana caranya dan apa saja bentuk permainannya? Di sini akan dibahas secara tuntas
Anak dan Uang
Sejak kecil anak memang perlu dikenalkan tentang uang, karena ini akan melatih anak di dalam menggunakan uang dengan cara yang baik. Mengenai cara dan bagaimana seharusnya kita sebagai orangtua memperkenalkannya, materi ini yang akan menjelaskannya.
Ironi-Ironi Imam Eli
Lingkungan yang baik dan pelajaran agama yang cukup tidak dengan sendirinya menjamin anak-anak akan tumbuh dewasa dan menjadi baik. Tetap diperlukan kepekaan dan kesungguhan orang tua dalam membimbing dan memimpin anak-anaknya.Kehidupan imam Eli menjadi pelajaran bukan hanya bagi hamba-hamba Tuhan tetapi juga sebagai orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
Anak yang Membangkang
Dalam materi ini dijelaskan bahwa anak yang membangkang tidak tergantung pada usia berapakah hal itu terjadi, akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah dalam hal ini orangtua yang perlu mengoreksi diri kenapa anak tidak mau menurut. Dan mengarahkan anak tanpa menghancurkannya. Namun sifat membangkang juga karena adanya sifat genetic atau bawaan.
Tatkala Anak Sukar Mengingat
Salah satu sumber frustrasi orangtua dalam mengajar anak adalah kesulitan anak untuk mengingat pelajaran. Apa yang telah dipelajari malam itu, tiba-tiba hilang tidak berbekas tatkala ulangan keesokan harinya. Apakah yang terjadi dengan memorinya? Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama kita harus mengenal cara kerja memori.
Anak dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab sebenarnya lebih dari sekadar tugas, tanggung jawab diawali dan muncul dari kepercayaan. Yang perlu ditanamkan pada anak-anak yang terutama adalah kepercayaan. Dan rasa percaya sebetulnya adalah langkah pertama menanamkan tanggung jawab pada anak.
Mengubah Kompetitif Menjadi Produktif 1
Sifat kompetitif adalah keinginan yang kuat untuk menjadi nomor satu dan disertai reaksi keras terhadap kekalahan. Banyak ciri yang harus kita ketahui untuk membedakan anak yang kompetitif dan produktif. Tugas orangtua bukannya mengikis habis sifat kompetitif, melainkan membentuk dan mengarahkannya menjadi produktif.