Artikel

Artikel

Tanggung Jawab yang Terlupakan

Membagi tanggung jawab dalam pernikahan mencakup banyak aspek dan yang termudah di antaranya adalah tanggung jawab yang bersifat kasatmata. Bagian yang sulit adalah membagi tanggung jawab untuk hal-hal yang tidak kasatmata namun jelas di mata.

Tanggung Jawab, Siapa Takut?

Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya.

Ibadah : Pengikat Tali Pernikahan

Walaupun faktor kesamaan iman bukanlah satu-satunya prasyarat untuk membangun pernikahan, faktor ini tetap merupakan elemen yang penting untuk memelihara pernikahan. Salah satu alasannya adalah, kesamaan iman dalam Kristus memungkinkan kita untuk beribadah bersama. Sudah tentu ibadah di sini tidak hanya berarti pergi ke gereja atau berdoa sebelum maka. Ibadah merupakan komitmen untuk hidup tunduk kepada Tuhan dan kehendak-Nya.

Menolong Suami Menjadi Ayah

Salah satu peranan istri yang penting dalam keluarga (dan sudah tentu, peranan suami pula di pihak sebaliknya) adalah menolong suami menjadi ayah. Kedua peranan ini, yakni sebagai suami dan sebagai ayah, tidaklah secara otomatis dapat dilakonkan oleh semua pria dengan sama baiknya. Sebagian pria, jauh lebih siap menjadi suami ketimbang ayah; sebagian lagi lebih siap menjadi ayah daripada suami.

Menyelaraskan Perbedaan Nilai Moral

Nilai moral mencerminkan siapa diri kita yang sebenarnya; sebaliknya, nilai moral pun merefleksikan siapa diri kita yang seharusnya. Kita tidak selalu berhasil hidup sesuai dengan nilai moral yang kita yakini, kadang kita gagal, namun nilai moral itu sendiri mendemonstrasikan bagian terbaik atau terburuk dari diri kita.

Moralitas dan Rasa Hormat

Keberhasilan orangtua mendisiplin anak sangat terkait dengan kehidupan moral orang tuanya. Apabila anak menghormati kehidupan moral orang tua, anak juga cenderung mematuhi petuah orang tua. Sebaliknya, wibawa orang tua untuk menerapkan disiplin kepada anak mudah merosot jika anak sudah tidak menghormati kehidupan moral orang tuanya lagi.

Mengarahkan Perasaan Anak dengan Tepat

Sebagai orang tua, kita perlu mengenal dinamika kehidupan anak-anak kita termasuk perasaan-perasaan mereka. Tapi bukankah kita sering bingung apa yang sebenarnya sedang dialami oleh anak kita, apakah ia sedang sedih, malu, marah, takut atau lainnya. Dan tidak jarang kita juga bingung bagaimana menolong mereka mengatasi perasaannya.

Mengatur Suhu Emosi

Masalah utama dalam pengaturan emosi ialah masalah kelebihan dan kekurangan. Maksudnya, kalau bukan mengumbar emosi, kita menyumbat emosi alias tidak cukup mengekspresikannya. Sering kali hal-hal seperti inilah yang muncul dalam pernikahan dan sudah tentu kondisi ini tidak sehat untuk pernikahan.

Mengambil Nilai-Nilai

Nilai apa yang anak Anda ambil dari pernikahan Anda? Apakah mereka ingat pembicaraan sebelum tidur, atau di meja makan? Apakah mereka akan ingat memori yang penuh kehangatan, pengertian dan kasih sayang satu sama lain?

Membantu Anak Memahami Makna Kematian

Meskipun ada banyak konsep tentang kematian yang perlu anak mengerti, kita tidak boleh tergoda untuk menjelaskan semuanya sekaligus. Usia perkembangan anak mempengaruhi berapa banyak informasi yang dapat diserapnya. Selain itu, penjelasan yang panjang akan membuat anak semakin bingung dan membangkitkan pertanyaan lain yang kita sendiri sulit menjawabnya. Jadi, lebih bijaksana kita memberikan jawaban singkat dan langsung tertuju pada apa yang ditanyakan anak kita.

Halaman

Berlangganan RSS - Artikel