Berita Telaga Edisi No. 93 /Tahun VIII/ Mei 2012
Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK)
Sekretariat: Jl.Cimanuk 56 Malang 65122 Telp.: 0341-408579, Fax.:0341-493645
Email: telagatelaga.org
Website: http://www.telaga.org [1] Pelaksana: Melany N.T., Dewi K. Megawati
Bank Account: BCA Cab. Malang No. 011.1658225 a.n. Melany E. Simon
Konflik adalah sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan keluarga kita sehari-hari. Kita sudah mencoba menghindari konflik, tetapi tetap terjadi juga. Sekarang masalahnya kalau sampai konflik itu terjadi mau tidak mau kita harus menyelesaikannya.
10 nasihat atau prinsip yang diberikan Norman Wright untuk penyelesaian masalah antara suami dan istri, yaitu:
Efesus 4 : 29 - 32, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."
Oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi Audio dan transkrip bisa didapatkan melalui situs TELAGA http://www.telaga.org/kode_kaset/t003b [3]
Bersyukur Tuhan membuka jalan untuk Telaga bisa bekerjasama dengan satu radio lagi. Radio Swara Nafiri Malinau FM di Malinau – Kalimantan Timur yang mulai mengudarakan program Telaga pada bulan Mei ini, radio ini mengudara pada frekuensi 103.6 MHz. Jangkauan siar dari Radio Swara Nafiri Malinau FM ini meliputi radius 60 Km. Program TELAGA bisa didengarkan setiap hari pk. 06.00 WIB dan pk. 21.00 WIB. Silakan Anda mengikutinya, dan semoga bisa menjadi berkat.
Doakanlah
Saya sudah berkeluarga dan punya 2 anak yang masih balita. Beberapa waktu lalu tanpa sengaja saya menemukan SMS dan YM milik suami saya dengan seorang perempuan dan memakai kata-kata, "Sayang, kangen, my dear, dll".
Hati saya hancur waktu membacanya, Chatting mereka via YM banyak sekali kata dan kalimat yang menunjukkan suami saya berharap sekali bisa mendapatkan perempuan itu.
Dari chatting mereka, saya melihat perempuan itu hanya menganggap suami saya sebagai abangnya dan tidak mau merusak rumah tangga orang lain. Perempuan itu statusnya janda dan punya 1 anak perempuan, lebih muda dan lebih cantik dari saya ketika saya melihat fotonya.
Yang saya takutkan, lama kelamaan perempuan ini akan menyerah karena tidak seorang pun tahu seberapa kuat bisa menahan godaan. Saya pernah menanyakan ke suami apakah maksud SMS (untuk chatting-nya tidak saya singgung). Dia bilang perempuan itu hanya dianggap adik dan memang dia kagum terhadap perempuan tersebut memper-juangkan hidup anaknya. Dia saat ini sedang membantu perempuan tersebut karena ada masalah dengan pacarnya dan suami saya jadi tempat curhat perempuan itu. Mereka ini saling kenal melalui suatu event yang berkaitan dengan pekerjaan dan saat ini ada event lagi yang sedang mereka kerjakan, saya jadi takut dan galau.
Sikap suami kepada saya dan anak-anak tidak berubah, tetap penuh perhatian hanya saja karena saya tahu isi chatting YM tersebut, jadinya saya anggap itu seperti basa basi, walau saya tahu dia sangat sayang sama anak-anak, semua keponakan dan sepupunya, dia tipe "family man".
Waktu malam tahun baru dia bilang bahwa saya tidak perlu takut karena dia tidak akan meninggalkan saya, dan tidak akan melepaskan cincin kawin sebagai pengingat dan ikatannya. Saya lega mendengarnya tapi juga ragu kalau mengingat kalimat di YM bersama perempuan itu, karena di YM tersebut bahkan pernah ada kalimat dia menawarkan ke perempuan itu untuk menjadi istri kedua, bagaimana tidak sakit hati dibuatnya…… entah hanya bercanda atau tidak.
Saya tetap berusaha melayani dan memerhatikan dia, membuatkan sarapan, ngobrol tentang hal-hal lain.
Saya harus bagaimana? Saya tidak kuat kalau terus menerus dipenuhi dengan perasaan seperti ini.
Membaca surat yang Ibu kirimkan kepada kami, kami mencoba memahami kegalauan hati Ibu sehubungan dengan temuan SMS maupun chatting suami dengan wanita lain. Kesedihan dan kekuatiran Ibu sangat manusiawi. Wanita mana yang tidak risau menemukan perilaku suami di luar rumah yang mulai berani menyerempet bahaya seperti itu.
Berdasarkan keterangan yang Ibu tulis, besar kemungkinan suami Ibu adalah suami yang baik, penyayang, penuh perhatian kepada banyak pihak, terutama kepada para wanita. Ini adalah naluri yang wajar dari setiap laki-laki yang merasa terpanggil untuk melindungi wanita. Namun, sikap suami yang mulai berani main "api" ini mengandung bahaya yang sangat serius jika tidak segera direspon secara serius, terutama dari pihak Ibu. Mengomeli dan memarahinya belum tentu merupakan tindakan yang tepat. Bisa jadi kemarahan dan omelan Ibu setiap hari justru membuatnya tidak nyaman lagi tinggal di rumah dan mencari kenyamanan di luar rumah atau dengan wanita yang sekarang menjadi partnernya di kantor.
Kehidupan rumah tangga dapat diibaratkan sebuah kapal yang sedang berlayar di lautan yang luas. Ombak dan badai yang dahsyat dapat saja menenggelamkan kapal. Nah, pernikahan yang dilandasi dengan cinta dan kasih serta janji di hadapan Tuhan untuk setia sampai maut memisahkan keduanya tidak menutup kemungkinan dapat kandas karena terjangan "ombak dan badai" godaan yang hebat. Tidak sedikit suami istri dibuat heran, karena cinta yang selama ini menjadi dasar pernikahan mereka tiba-tiba lenyap ditelan bumi. Seiring berjalannya waktu, rasa cinta itu tidak lagi dirasakan suami istri. Oleh sebab itu suami istri harus menyadari dan mewaspadai hal ini dengan segera melakukan hal-hal penting untuk memupuk cinta kasih yang hampir pudar itu. Ibu adalah orang yang ditempatkan Tuhan sebagai penolong bagi suami, maka tidak berlebihan jika sekarang Ibu harus menolong agar kehidupan rumah tangga tidak runtuh.
Beberapa hal berikut ini mudah-mudahan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Ibu lakukan, antara lain membangun kepercayaan. Sikap saling memercayai akan menjauhkan Ibu dari sikap curiga terus-menerus. Baik pihak yang mencurigai maupun pihak yang dicurigai sama-sama tidak nyaman. Untuk itu perlu membangun kenyamanan antara sikap saling memercayai sehingga bukannya makin menjauh tetapi sebaliknya justru semakin mendekat. Selain itu, alangkah baiknya kalau Ibu dan suami bisa merencanakan waktu berduaan lebih banyak dari biasanya, karena waktu berdua akan membuat suami istri semakin intim. Selanjutnya, jika memungkinkan bisa mengikuti retret khusus pasangan suami istri (Marriage Enrichment).
Biasanya para suami kurang bersemangat dalam usaha-usaha untuk memperkaya pernikahan. Perlu usaha keras untuk membujuknya agar mau bersama-sama memperbaiki dan memperlengkapi pernikahan. Kami berdoa kiranya Tuhan memberi hikmat kepada Ibu untuk mengatasi masalah ini.
Links
[1] http://www.telaga.org
[2] http://telaga.org/audio/konflik_dalam_keluarga_2
[3] http://telaga.org/audio/konflik_dalam_keluarga_3
[4] http://telaga.org/audio/sikap_kristiani_di_dalam_pekerjaan_i
[5] http://telaga.org/audio/sikap_kristiani_di_dalam_pekerjaan_ii
[6] http://telaga.org/audio/autisme_keunikan_atau_kelainan
[7] http://telaga.org/audio/kurang_cerdas_keunikan_atau_kelainan
[8] http://telaga.org/audio/memahami_orangtua_lansia
[9] http://telaga.org/audio/makin_tua_makin_curiga
[10] http://telaga.org/audio/teladan_hidup_i
[11] http://telaga.org/audio/teladan_hidup_ii
[12] http://telaga.org/audio/belas_kasihan_tuhan
[13] http://telaga.org/audio/ketika_kematian_membayang
[14] http://telaga.org/audio/kesalahan_dalam_memilih_pasangan_i
[15] http://telaga.org/audio/kesalahan_dalam_memilih_pasangan_ii
[16] http://telaga.org/audio/kesalahan_dalam_membangun_relasi_i
[17] http://telaga.org/audio/kesalahan_dalam_membangun_relasi_ii
[18] http://telaga.org/audio/pernikahan_di_mata_tuhan
[19] http://telaga.org/audio/apa_adanya
[20] http://telaga.org/audio/saling_menajamkan_i
[21] http://telaga.org/audio/saling_menajamkan_ii
[22] http://telaga.org/audio/mengapa_selingkuh
[23] http://telaga.org/audio/reaksi_korban_selingkuh
[24] http://telaga.org/audio/jiwa_memberi_i
[25] http://telaga.org/audio/jiwa_memberi_ii
[26] http://telaga.org/audio/kepahitan_anak
[27] http://telaga.org/audio/ketika_anak_terlibat_masalah
[28] https://telaga.org/jenis_bahan/berita_telaga
[29] https://telaga.org/kode_kaset/t003a
[30] https://telaga.org/kode_kaset/t003b