Ev. Sindunata Kurniawan, M.K.

Ev. Sindunata Kurniawan, M.K.

Kepribadian Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial dialami orang dewasa yang pada masa kecilnya melihat perilaku yang menyimpang. Pengalaman penderitaan masa kanak-kanak memainkan peran utama memengaruhi kecenderungan menjadi orang dewasa yang antisosial. Ketidakdisiplinan juga menjadi penyebab utama. Ketika orangtua mengombang-ambingkan anak dengan kekerasan yang tidak beralasan dan disiplin yang tidak konsisten, orangtua seakan-akan memberi pesan yang membingungkan anak tentang apa yang baik dan apa yang salah. Orang dengan gangguan kepribadian antisosial tidak dapat berubah dengan cepat.

Kepribadian Menghindar

Gangguan kepribadian menghindar dimiliki mereka yang terlalu sensitif terhadap evaluasi negatif. Ada kemiripan dengan gangguan kepribadian Skizoid, cenderung menghindari hubungan intim. Bedanya, kepribadian menghindar sebenarnya mengharapkan kedekatan dan merasakan suatu luka emosi atas ketidakmampuan mereka menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka belajar mengungkapkan pikiran dan disfungsi perilaku yang terkait dengan hubungan antar pribadi serta melihat bahwa bahwa hal yang mereka percayai tidaklah rasional.

Kepribadian Skizotipal

Orang yang memiliki gangguan kepribadian skizotipal adalah orang yang unik, eksentrik dan aneh dalam cara berpikir, berperilaku dan berelasi dengan orang lain, termasuk sikap menyendiri dan menarik diri dari masyarakat. Orang dengan gangguan ini kemungkinan besar dengan pola asuh keluarga yang psikotik. Saat anak-anak, orang-orang dengan gangguan skizotipal pasif, secara social tidak terlibat, terlalu sensitif terhadap kritik dan tampak ganjil dalam berpikir.

Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang (borderline) tampak dalam relasi, suasana hati dan rasa terhadap identitas diri. Dikatakan ambang karena memang diketahui para penderitanya berada pada “ambang” psikosis. Borderline ini juga merupakan ambang antara schizophrenia dan neurosis. Gangguan ini umumnya muncul menjelang usia dewasa. Sebagian besar mereka dapat mengatur tanggungjawab kehidupan sehari-hari.

Gangguan Kepribadian Paranoid

Kepribadian paranoid ditandai adanya pola ketidakpercayaan dan kecurigaan mendalam terhadap orang lain yang alasannya mereka tafsirkan bahwa mereka iri yang dapat ditandai oleh empat atau lebih dari tujuh hal-hal yang dibahas dalam perbincangan ini.

Gangguan Kepribadian Schizoid

Kepribadian schizoid ditandai adanya pola pemisahan hubungan yang menetap, ketidakacuhan sosial dan hubungan seksual, serta tingkat pengalaman dan ekspresi emosi yang terbatas. Seseorang bisa dikategorikan memiliki kepribadian schizoid jika menampakkan empat atau lebih dari tujuh hal-hal yang dibahas dalam perbincangan ini

Kepribadian Narsistik

Kepribadian narsistik ditandai adanya pola yang meyakinkan tentang sesuatu yang berlebihan, membutuhkan penghargaan dan kurang berempati sebagaimana yang terlihat dari lima tanda atau lebih.

Kepribadian Obsessive Compulsive

Kepribadian obsesif kompulsif ditandai adanya pola keterpakuan pada urutan, kesempurnaan serta kontrol mental dan relasi antarpribadi yang menetap pada saat diperlukan fleksibilitas, keterbukaan dan efisiensi sebagaimana ditandai oleh empat atau lebih dari 8 tanda-tanda yang akan dibahas dalam perbincangan ini.

Mengomel

Mungkin kita sudah biasa mendengar orangtua mengomeli anaknya, atau bisa jadi kita sendiri melakukannya. Padahal seringnya mengomel tidak mengubah perilaku yang kita omeli. Apa penyebab dan akibat bila anak sering diomeli?

Menuntut Seketika

Kebanyakan orangtua suka menuntut anaknya melakukan sesuatu saat itu juga. Ternyata bila menuntut seketika menjadi pola kebiasaan, hal ini dapat berakibat buruk pada tumbuh kembang anak.

Halaman

Berlangganan RSS - Ev. Sindunata Kurniawan, M.K.