Belajar Tunduk

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T115B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Dewasa ini emansipasi wanita sudah berjalan dan hak untuk wanita maupun pria cenderung disetarakan. Perintah untuk tunduk kepada suami menjadi perintah yang tampaknya atau kedengarannya tidak terlalu relevan. Tapi melalui topik ini kita akan belajar dan menggali konsep tunduk dengan lebih dalam.

Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan

"Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat." Efesus 5:22-23

Adakalanya tunduk dikaitkan dengan "lemah, tidak bisa apa-apa, tidak berdaya, dikuasai atau di bawah" suami. Itu sebabnya kata tunduk kurang mendapat tempat dalam hati banyak wanita modern dewasa ini.

Hal-hal yang istri saya pelajari untuk tunduk:

  1. Arahkan mata kepada Tuhan: tunduk kepada Tuhan yang memerintahkan istri untuk tunduk kepada suami. Dengan kata lain, tunduk kepada suami merupakan hasil kepatuhan kepada Firman Tuhan.

  2. Tunduk kepada suami membuahkan hasil yakni bertambah harmonis dan buah inilah yang makin memacu istri untuk tunduk kepada suami.

  3. Tunduk tidak berarti tidak berpendirian atau dikuasai; tunduk lebih sering berarti bijaksana dalam penyampaian.

Kebanyakan suami menginginkan istri yang dapat membantunya, bukan yang sama sekali diam. Jalan terbaik bagi istri adalah mengarahkan dan bukan mengkonfrontasi suami.

Comments

mohon penjelasan, bagaimana pula bila dalam sebuah rumahtangga, justru sang ibu mertua si suami yang mengarahkan si istri untuk menguasai suami

Pertama-tama maaf karena pertanyaan anda baru hari ini kami jawab, komputer kami kena virus sehingga perlu beberapa waktu untuk dibersihkan. Menjawab pertanyaan anda, di dalam pernikahan sebaiknya dibuat kesepakatan: semua hal yang berkaitan dengan orangtua istri, biarkan istri yang berbicara langsung dengan orangtuanya dan semua hal yang berkaitan dengan orangtua suami, biarkan suami yang berbicara langsung dengan mereka. Jadi, dalam masalah ini kami menganjurkan agar Anda berbicara dengan istri dan tidak mengatakan apa-apa kepada orangtuanya. Terpenting adalah sikap istri, bukan perkataan orangtuanya. Selama istri sehati dengan Anda, tidak ada yang dapat dilakukan oleh orangtuanya. Salam : Tim Pengasuh Program TELAGA