Abstrak
Kesalahan dalam memilih pasangan hidup memang kerap menjerumuskan kita ke dalam jurang kehancuran. Itu sebabnya kita mesti berhati-hati dalam memilih pasangan. Jangan menggampangkan tugas yang maha penting ini dan janganlah terlalu percaya diri. Kita selalu harus menyadari bahwa pengetahuan kita terbatas dan bahwa kita membutuhkan pedoman dari Tuhan sendiri. Pasangan seperti apakah yang Tuhan kehendaki dalam kita memilih pasangan yang sesuai kehendak-Nya, di sini dijelaskan 3 aspek yang memengaruhi dalam pemilihan pasangan hidup.
Play Audio
Transkrip
Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi, di mana pun anda berada. Anda kembali bersama kami dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi. Beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling serta dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang. Perbincangan kami kali ini tentang "Kesalahan Dalam Memilih Pasangan". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
| GS | : | Pak Paul, ada orang yang mengatakan kalau kita salah di dalam memilih pasangan hidup, itu bisa menjadi neraka pada sisa umur kehidupan kita. Tapi dengan banyaknya pilihan makin sulit sekarang ini orang menentukan pilihan lalu ada yang bersikap pasif dan berkata, "Jodoh di tangan Tuhan, bagaimana pun nanti Tuhan akan memberikan kalau Tuhan menghendaki saya menikah". Sikap seperti ini menurut Pak Paul bagaimana ? |
| PG | : | Memang kadang ada orang yang berpikiran pendek, "Ya sudah serahkan kepada Tuhan" tanpa merasa bertanggungjawab untuk melakukan bagiannya. Tuhan tidak mau kita menjadi orang yang sembarangan dalam memilih pasangan, sebab Tuhan juga tidak mau kita sembarangan dalam hidup, bukan hanya dalam memilih pasangan. Itu sebabnya Tuhan mau kita terlibat secara aktif didalam pengambilan keputusan akan hal pemilihan pasangan hidup ini. Kita harus berhati-hati sebab yang terjadi adalah sekarang ini begitu banyak pernikahan yang berakhir dengan kegagalan atau perceraian. Kita tahu Tuhan itu pemurah, Tuhan pasti mengampuni kesalahan kita dan Tuhan akan memberikan kepada kita kesempatan untuk kembali membangun hidup kita. Tapi kita juga tidak boleh menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan. Kita tidak boleh beranggapan, "Pastilah Tuhan akan mengampuni saya, pastilah Tuhan akan memberikan kesempatan, pasti Tuhan akan memberkati saya" kemudian hidup sembara |