Blog

Ketika Tuhan Campur Tangan secara Nyata

2 tahun yang lalu saya tidak pernah berpikir untuk study lagi, saya merasa bahwa Tuhan memanggil saya untuk ‘visi’ tertentu. Ketika Tuhan berbicara lain (tentu saja dengan berbagai cara yang misterius), dan meminta saya untuk pergi ke tempat lain, itu bukan hal yang mudah buat saya. Saya perlu waktu untuk banyak bertelut di bawah kaki-Nya dan merendahkan diri untuk taat. Saya tidak tahu apa maksud-Nya, dan apa rencana-Nya buat saya. Yang saya tahu hanyalah, saya harus mengerjakan apa yang Dia perintahkan untuk saya kerjakan, yang nanti akan Dia beritahukan.

Mimpi di Atas Pohon Jambu

Saya paling senang pergi ke tempat tinggi untuk mengamati pemandangan sekitar dan menikmati berdiam dengan pikiran saya saat menikmati pemandangan itu. Tanpa saya sadari, kegemaran saya itu dimulai dari sebuah pohon jambu. Saya teringat masa kecil dulu, di belakang rumah kami ada pohon jambu air yang batangnya agak miring sehingga mudah dipanjat oleh anak kecil. Saya sering memanjat pohon itu untuk bermain, mencari jambu air, atau untuk menyendiri. Dari kecil saya sudah menikmati waktu menyendiri dan berimajinasi membangun mimpi.

Sudahkah Lupa dengan Janji Baptis Anak Anda?

Oleh : Yusak Timothy, M.Th

Di dalam tahun-tahun terakhir ini nampaknya semakin jarang orang tua yang melaksanakan perintah Tuhan yang tercatat dalam Ulangan 6:6-9 dan Amsal 22:6 juga Mazmur 78:3-8. Gereja perlu mengingat kembali perannya dengan mengajar dan mengingatkan hal ini berulang-ulang kepada jemaat seperti perintah Tuhan yang tercatat dalam Ulangan 6:6-9, agar orang tua mendidik anak mereka berulang-ulang.

Kerjakanlah Tanggung Jawab Anda sebagai Orang Tua Sedini Mungkin

Oleh :Yusak Timothy, M.Th

Sebagaimana ditegaskan dalam Kitab Suci bahwa pasangan suami-istri (pasutri) adalah orang-orang berdosa [1], namun karena kasih karunia diselamatkan melalui iman yang adalah pemberian Tuhan, dan bukan pekerjaan mereka [2]. Ini berarti anugerah sudah diperkenalkan dan dikaruniakan kepada pasutri yang percaya. Andaikata pasutri tersebut dikaruniakan menjadi orang tua, bagaimana dengan tanggung jawab orang tua untuk membawa anak-anak kepada pengenalan akan Tuhan dan anugerah-Nya dalam hidup mereka?

Jangan Lupakan Anak-Anak

Oleh : Yusak Timothy, M.Th

Dalam kurun waktu 3 - 4 dasawarsa yang lalu, ada kebangunan rohani di berbagai pelosok negeri Indonesia ini dan begitu banyak gereja didirikan serta juga banyak anak muda yang dipanggil Tuhan untuk menyerahkan diri menjadi hamba-Nya secara purna waktu dan lain sebagainya.
Namun di era modern sekarang ini yaitu 3 - 4 dasawarsa kemudian dari masa kebangunan rohani yang pernah terjadi di Indonesia, hampir dapat dikatakan tanda-tanda tersebut tidak lagi terlihat, sama seperti istilah yang ditulis di kitab Wahyu "suam-suam kuku" kah?
Bila kebangunan rohani bagi orang dewasa hampir tidak lagi terlihat, bagaimanakah dengan penginjilan anak?

Dampak Media bagi Karakter Anak

Oleh : Yusak Timothy, M.Th

Sejak era 70-an dengan ditampilkannya tayangan-tayangan film yang merupakan sarana media elektronik dari luar negeri seperti Jepang, Hongkong, Taiwan juga Amerika dan lain sebagainya, banyaklah anak yang hidup di era itu terkena dampak media tersebut.

Kemajuan teknologi secara progresif semakin menjadi sarana hiburan juga bagi banyak keluarga yang hidup di kota metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan lain-lain.

Lain di era 70-an lain pula di era setiap 10 tahun selanjutnya, tayangan-tayangan media elektronik yang semakin canggih cara shootingnya dan yang mampu menarik perhatian anak-anak di setiap era yang berbeda, jika di era 70-an atau 80-an hanya film-film dari luar negeri saja yang menjadi sarana media yang membawa pengaruh bagi karakter anak, mendekati abad 20 dan 21 film-film dari dalam negeri pun membawa pengaruh yang hampir sama bagi karakter anak, karena banyak anak yang meniru aksi atau gerakan yang ditayangkan film tersebut. Namun, di era abad 20 dan 21 ini bertambah pula dengan adanya PS (Play Station), Video Games, Internet dan masih banyak lagi, mungkin pembaca "Telaga" bertanya apanya dari media elektronik yang dapat membawa dampak buruk bagi karakter anak-anak kita?

The Hiding Place; Tempat Persembunyian di Kala Derita yang Tak Terbayangkan

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca buku yang mengisahkan sebuah perjalanan hidup seorang wanita luar biasa yang bernama Corrie Ten Boom (The Hiding Place. 1974. New York: Bantam Book). Bab demi bab buku ini membuat saya begitu terpaku dan tidak dapat berhenti untuk membaca kisahnya. Buku saya habiskan dalam waktu 2 hari.

Arti Melayani

Dalam sebuah cerpennya, Leo Tolstoy menceritakan seorang anak petani miskin yang sepanjang hidupnya bekerja untuk melayani sebagai pembantu, dimulai membantu ayahnya, kemudian membantu di tempat tuannya yang kaya. Hingga akhir hidupnya dia selalu mengerjakan pekerjaannya dengan gembira dan tidak pernah mengeluh. Satu-satunya yang pernah membuat dia sedih adalah tidak dapat menikahi gadis yang dia cintai, karena dilarang oleh tuannya yang merasa dirugikan dengan pernikahan itu dan ayahnya yang takut bahwa pemasukan dari anaknya akan hilang jika anaknya menikah.

Pacaran & Batasnya

Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang teman wanita yang sebaya dengan saya. Dalam perbincangan itu, kami membicarakan tentang perasaan dia yang saat ini sedang berpacaran dengan seorang teman pria yang umurnya kira-kira 2 tahun lebih tua darinya. Teman saya ini sangat menyayangi pacarnya dan tidak ingin kehilangan pacarnya itu. Sempat saya mengingat satu kalimatnya yang ia katakan, "Saya rela memberikan apa saja untuk dia asalkan dia tidak meninggalkan saya termasuk itu keperawanan saya".

Menghargai dengan Harga Sebenarnya

Suatu kali teman saya menyatakan betapa kagetnya dia mengetahui bahwa tanaman yang dia letakkan di halaman rumahnya selama beberapa tahun adalah tanaman yang bernilai jutaan rupiah. Dia sulit mengerti mengapa tanaman yang hanya berupa kumpulan daun, tanpa bunga yang indah atau buah yang lezat dapat bernilai jutaan rupiah. Yang menarik hati saya, bukan alasan mengapa tanaman tersebut berharga tinggi, namun perubahan perlakuan teman saya terhadap tanamannya setelah mengetahui harga tanamannya.

Halaman

Berlangganan RSS - blog