Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereShelfie Tjong, S.Psi.

Shelfie Tjong, S.Psi.


Shelfie Tjong, S.Psi.

Belajar yang Menyenangkan

Penulis: 
Shelfie Tjong, S.Psi.
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang bersifat menetap melalui serangkaian pengalaman. Belajar tidak sekadar berhubungan dengan buku-buku yang merupakan salah satu sarana belajar, melainkan berkaitan pula dengan interaksi anak dengan lingkungannya, yaitu pengalaman. Hal yang penting dalam belajar adalah perubahan perilaku, dan itu menjadi target dari belajar.

"Belajar lagi, belajar lagi........bosan ahh.......!", gerutu sebagian besar anak-anak saat disuruh belajar. Biasanya mereka juga tidak langsung menurut bila disuruh belajar, tapi berusaha menghindar dengan berbagai alasan. Mereka lebih tertarik untuk bermain atau menonton Doraemon atau mengikuti berbagai kegiatan lain daripada harus belajar. Bukan hanya ini saja kesulitan yang dihadapi orangtua. Sejak pagi hari orangtua sudah cukup dibuat repot saat membangunkan anak-anak untuk sekolah, tugas yang barangkali lebih sulit daripada pekerjaan di kantor.

Tanggung Jawab, Siapa Takut?

Penulis: 
Shelfie Tjong, S.Psi.
Sumber: 
Eunike
Abstrak: 
Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya.

Kehidupan manusia tidak lepas dari tanggung jawab, terlebih lagi bagi orang dewasa. Semakin banyak peran yang dimainkan seseorang, semakin berderet pula daftar tanggung jawab yang harus dipenuhinya. Banyak pria yang harus berperan sekaligus sebagai ayah, suami, direktur, majelis dan konsultan sekaligus. Tidak kurang pula wanita berperan sebagai ibu di rumah, namun sekaligus pula istri, manajer, dan pembina salah satu komisi di gereja.

Bagaimanakah pandangan Alkitab soal tanggung jawab itu? sejak penciptaan Allah telah memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk menguasai dan mengolah alam dan binatang-binatang yang ada. Manusia pertama, Adam, bukan saja ditempatkan di taman Eden yang indah untuk menikmati saja, tapi Allah juga memberi tugas dan tanggung jawab untuk mengerjakan tanah dan memelihara taman Eden (Kej 2:15) dan juga menamai binatang-binatang yang ada di taman Eden (Kej 2:19,20). Jadi, manusia diciptakan dengan kodrat dasar untuk bertanggung jawab. Manusia yang bertanggung jawab, itulah yang dikehendaki Allah.