Karakter/Kepribadian

Pulih dari LGBT (3)

Sebelumnya kita sudah bicara tentang LGBT dan apa yang menyebabkannya. Sekarang kita mau melihat proses pemulihan LGBT. Untuk memulihkan LGBT memerlukan pendekatan secara psiko sosio spiritual, yakni melalui proses konseling dan masuk dalam komunitas yang baru.

Penyebab LGBT (2)

Seseorang dapat terikat isu LGBT karena berbagai hal. Kekurangan cinta yang utuh dari kedua orangtua pada masa nol – 12 tahun sangat besar pengaruhnya pada pengembangan identitas seksual anak. Ditambah dengan pelecehan seksual pada anak dan pengaruh buruk lingkungan, ketiga hal ini dapat menyebabkan seseorang terikat LGBT di masa dewasanya

Mengenal LGBT (1)

Isu LGBT kian ramai diperbincangkan seolah ini ancaman yang dulu tidak ada dan sekarang ada. Padahal isu LGBT telah ada sejak zaman Sodom dan Gomora. Isu ketertarikan sejenis maupun perilaku homoseksual hanyalah salah satu dosa seksual, bukan satu-satunya dan juga bukan yang terbesar, juga bukan yang terberat. Mari kita mengenali LGBT, memandangnya secara proporsional, dan mengusahakan pemulihannya.

Kerapuhan Hidup

Hidup itu rapuh. Begitu rapuhnya hidup sehingga kapan waktu, hidup—sebagaimana kita kenal—dapat berhenti. Tadinya kita bisa berjalan, sekarang tidak. Tadinya kita bisa bekerja, sekarang tidak. Tadinya kita bisa memercayai istri atau suami, sekarang tidak. Tadinya kita bisa melihat orang tua, sekarang tidak. Itulah hidup. Berikut akan dipaparkan beberapa masukan untuk menolong kita menghadapi kerapuhan hidup.

Stres Baik atau Buruk

Pada umumnya kita mengaitkan “stres” dengan segala sesuatu yang buruk. Apakah memang benar demikian? Hans Selye, seorang ahli dalam bidang stres pada awal abad 20, berpendapat tidak semua stres berpengaruh buruk. Menurutnya sebagian stres justru berpengaruh baik sebab stres dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas serta daya tahan mengatasi masalah. Apakah yang harus kita perbuat bila menghadapi stres?

Gaya Hidup yang Menambah Stres

Salah satu gaya hidup yang tidak sehat adalah gaya hidup yang menambah stres. Berikut akan dipaparkan enam gaya hidup yang menambah stres dan beberapa masukan untuk menghilangkannya.

Rehabilitasi Gangguan Jiwa

Jumlah penderita gangguan jiwa semakin meningkat khususnya di kota-kota besar dimana tekanan hidup sangat kuat. Sayangnya masih banyak keluarga yang tidak mengerti cara yang benar dalam menangani penderita gangguan jiwa. Untuk itu perbincangan ini menjelaskan tanda-tanda gangguan jiwa, cara memilih tempat rehabilitasi yang baik, dan tahapan yang perlu ditempuh setelah keluar dari tempat rehabilitasi.

Hidup Dalam Kejujuran

Kita akan belajar bahwa ternyata hidup jujur bukan saja baik secara rohani tapi juga baik secara jiwani atau secara psikologis. Mari kita simak beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum kita dapat mengatakan apa yang benar dan jujur.

Hidup dalam Realitas

Scott Peck, seorang psikiater, berpendapat bahwa seberapa sehatnya seseorang bergantung pada seberapa dalam dan jauhnya ia tinggal dalam realitas. Dengan kata lain, makin kita melihat dan mengakui kenyataan kehidupan ini, makin kita sehat secara jiwani. Dalam Amsal 12 terdapat beberapa pedoman kehidupan yang berkaitan dengan tema hidup dalam realitas seperti yang dibahas berikut ini.

Berdamai dengan Perasaan

Bagi sebagian orang, perasaan terasa membingungkan sehingga mereka mengabaikannya. Ada juga yang terlalu mengikuti naik turunnya perasaan, sehingga hidup terasa labil dan kurang daya juang. Makna berdamai dengan perasaan adalah memberi ruang pada perasaan lewat mengakui, merangkul dan tidak berusaha mengabaikan, menekan, maupun dikuasai perasaan. Berikut akan dibahas lima langkah berdamai dengan perasaan.

Halaman

Berlangganan RSS - Karakter/Kepribadian