Suami/Istri

Dua pribadi yang berbeda yaitu antara suami dan istri, masing-masing memiliki cara hidup yang berbeda. Yang satu sama lain untuk bisa beradaptasi. Hal sekecil apapun bisa menjadi konflik kalau masing-masing tidak bisa menyesuaikan diri.
Romans adalah perasaan cinta yang kuat. Sering kali kita mendengar bahwa dengan berjalannya waktu, cinta yang kuat ini bisa menipis dan akhirnya hilang. Romans mempunyai 2 fungsi yang dapat kita katakan 2 sisi dari 1 koin yang sama. Banyak orang menganggap bahwa romans ini tidak perlu dibangun seperti dulu waktu pacaran, tetapi akhirnya malah menghancurkan pernikahan mereka.
Ada banyak contoh konflik yang terjadi pada pasangan yang tidak seiman, namun di sini juga diuraikan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap pasangan yang belum seiman, sesuai dengan Firman Tuhan.
Kelahiran seorang anak merupakan misteri dari Tuhan, ada anak yang lahir dengan sempurna baik secara fisik maupun mental namun adapula anak yang lahir dengan berbagai macam kekurangan. Disini akan dipaparkan mengenai anak yang lahir dengan berbagai kekurangan entah itu kekurangan secara fisik ataupun mental, dan juga sikap yang seperti apa yang harus dilakukan oleh orang tua ketika mendapat anak yang memiliki berbagai kekurangan ini.
Firman Tuhan mengajarkan kepada wanita untuk tunduk kepada suami dan mewajibkan suami untuk mengasihi istrinya (Efesus 5:21-25). Bagian ini membahas mengenai duri, duri merupakan konflik dalam pernikahan maka cabutlah duri selagi masih kecil; jangan biarkan duri menusuk makin dalam sehingga pada akhirnya susah dikeluarkan dari daging.
Seperti apakah suami yang berkenan di hati Allah itu? Dalam pembahasan ini kita akan mengangkat salah satu tokoh di Alkitab yang terabaikan. Dia adalah Yusuf, ayah Yesus Putra Allah, di dunia. Walau tidak banyak catatan tentang dirinya, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari Yusuf, terutama dalam perannya sebagai seorang suami.
Seperti apakah suami yang berkenan di hati Allah itu? Dalam pembahasan ini kita akan mengangkat salah satu tokoh di Alkitab yang terabaikan. Dia adalah Yusuf, ayah Yesus Putra Allah, di dunia. Walau tidak banyak catatan tentang dirinya, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari Yusuf, terutama dalam perannya sebagai seorang suami.
Tidak semua kita memunyai masa kecil yang menyenangkan. Salah satu dampak masa kecil yang buruk adalah pengaruhnya terhadap diri kita pada masa sekarang. Secara khusus kita akan menyoroti sikap hidup reaktif sebagai akibat masa kecil yang tidak menyenangkan dan dampaknya pada relasi kita sekarang dengan orang di sekitar, terutama dengan pasangan sendiri.
Salah satu perbedaan utama antara sebelum dan sesudah menikah adalah, pada masa sebelum menikah, kita cenderung MENERIMA pasangan sedangkan setelah menikah, kita cenderung MENGUBAH pasangan. Singkat kata, sebelum menikah kita berusaha menerima pasangan apa adanya namun setelah menikah, kita menyadari bahwa tidak semua tentang pasangan dapat kita terima apa adanya. Pertanyaannya adalah apakah kita dapat mengubah pasangan? Dan jawabannya adalah tidak bisa. Karena kita tidak bisa mengubah pasangan maka apa yang harus kita lakukan agar kita bisa menciptakan kondisi yang kondusif.

(a)Kejujuran dan keterbukaan,
(b) Kesalehan dan Kekudusan,
(c) Kejelasan dan Kefleksibelan.
Ketiga hal itu yang harus ada ketika kita menjalin relasi. Untuk lebih jelasnya, disini dipaparkan mengenai hal tersebut.

Halaman