Pendidikan

Pola pendidikan anak di tengah-tengah keluarga tidak cukup hanya dengan perkataan atau ucapan tetapi orangtua harus terlebih dahulu memberikan teladan kepada putra-putrinya.

Sebagai orangtua sangat perlu untuk mengajarkan anak menggunakan uang secara tepat guna dan sesuai dengan firman Tuhan.

Ada anak yang tidak mau belajar dan malah membenamkan diri dalam kegiatan lain yang lebih bersifat kesenangan. Ia tidak memiliki semangat belajar dan tidak peduli dengan sanksi yang diterimanya baik dari orangtua atau sekolah. Apakah yang terjadi pada anak ini? Pada dasarnya anak ini lari dari kenyataan. Disini akan dipaparkan apa yang menjadi alasan dan bagaimana cara mencegahnya.

Dalam materi ini dijelaskan bahwa anak yang membangkang tidak tergantung pada usia berapakah hal itu terjadi, akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah dalam hal ini orangtua yang perlu mengoreksi diri kenapa anak tidak mau menurut. Dan mengarahkan anak tanpa menghancurkannya. Namun sifat membangkang juga karena adanya sifat genetic atau bawaan.

Anak-anak pada waktu di rumah akan mendapatkan prinsip-prinsip kehidupan dari orangtuanya tapi begitu dia menginjak usia remaja dia akan mulai menerima masukan-masukan dari teman-temannya. Dalam proses inilah dia akan mematangkan apa itu yang diyakininya.

Salah satu sumber frustrasi orangtua dalam mengajar anak adalah kesulitan anak untuk mengingat pelajaran. Apa yang telah dipelajari malam itu, tiba-tiba hilang tidak berbekas tatkala ulangan keesokan harinya. Apakah yang terjadi dengan memorinya? Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama kita harus mengenal cara kerja memori.

Banyak guru atau orangtua mulai bertanya-tanya kenapa anaknya sulit belajar. Untuk mengetahuinya kita perlu mengerti beberapa tipe kesulitan belajar yaitu: Kesulitan dalam membaca (dyslexia), Kesulitan dalam menulis (dysgraphia), Kesulitan dalam aritmatika (dyscalcula).

Fantasi adalah hal yang normal terjadi pada diri anak-anak terutama pada anak yang masih balita. Tetapi anak juga harus ada keseimbangan antara bermain sendiri dalam fantasi dan bermain dengan anak-anak lain.

Anak yang lamban adalah anak yang mengalami kesukaran untuk mengerti konsep-konsep yang dijelaskan kepadanya. Sehingga dia memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa memahaminya. Dan dari pihak orangtua, seharusnya mereka dapat menerima kenyataan ini dan mulai melakukan pertolongan bagi anak.

Ada orang yang beranggapan bahwa kitab Pengkhotbah bukanlah ditulis oleh Salomo, putra Raja Daud. Alasannya adalah, jika penulisnya Salomo berarti ia mengkontradiksi dirinya sendiri sebab dalam kitab Amsalia justru menampilkan sikap positif terhadap hidup, berbeda dengan nada keputusasaan yang dirasakan dalam kitab Pengkhotbah. Di sini akan dipaparkan fakta kehidupan dan bagaimanakah seharusnya kita menyikapinya.

Halaman