Masalah Hidup

Seseorang dikatakan korban bullying kalau dia merasa diganggu, dipermalukan atau mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dari siapa saja termasuk dari orang tua atau orang yang berotoritas. Kita akan belajar apa akibatnya bila seseorang menjadi korban bullying agar dapat menolong mereka.
Cyber bullying didefinisikan sebagai bentuk pelecehan dimana sang pelaku menggunakan bentuk-bentuk perangkat digital atau komunikasi berbasis internet.Cyber bullying juga termasuk intimidasi lewat telepon seluler, SMS, email, blog, jejaring sosial seperti facebook, twitter, situs dan lain-lain.Perbincangan ini menyajikan Tips praktis bagi korban cyber bullying.
Bagaimana cara menghadapi bullying? Pertama, kita perlu mengetahui siapa saja yang rentan menjadi pelaku maupun korban bullying kemudian membangun strategi melindungi diri yang efektif.
Dewasa ini tindakan bullying sudah tidak asing bagi kita.Kita dpat dengan mudah menemukan berita mengenai terjadinya bullying di sekitar kita, bahkan mungkin kita juga terlibat di dalamnya. Sebenarnya apa itu bullying? Perbincangan kali ini akan membawa kita memahami bullying beserta dampaknya-yang ternyata tidak ringan!
Dalam materi ini kita diajak untuk belajar dari Matius 18:21-22, tentang mengampuni. Mengampuni memang tidak gampang, tapi Alkitab mengajak kita mengampuni dengan tanpa batas. Bagaimana kita dapat melakukannya?
Kepanikan dapat dialami oleh semua orang dan kepanikan ini dibedakan menjadi 2 yakni : Kepanikan yang bersifat umum, adalah kepanikan yang mempunyai landasan faktanya, seperti sedang menghadapi bencana dan kepanikan yang menjadi gangguan klinis atau menjadi penyakit. Semuanya itu mempunyai banyak penyebab.
Kecemasan adalah rasa takut yang tidak memiliki objek yang jelas dan hal ini seringkali menjadi bagian hidup kita. Dalam materi ini dijelaskan sebab dan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi kecemasan.
Hidup ini tidak selalu bisa kita kuasai, ada hal-hal yang bisa kita kuasai, ada hal-hal yang sangat di luar kuasa kita, bencana adalah salah satunya. Dan biasanya setiap orang melewati tahap-tahap tertentu dalam menghadapi bencana.
Tidak seorang pun dari antara kita yang tidak pernah mengalami masa-masa sulit. Pada masa sulit biasanya penuh dengan kekhawatiran, akhirnya kita tertelan oleh perspektif duniawi dan gagal menerapkan perspektif surgawi. Karena itu kita perlu tahu bagaimana cara mengatasinya.
Kita tahu bahwa kematian adalah awal dari kehidupan bersama Tuhan kita Yesus di surga, namun kita tetap akan takut tatkala membayangkan kematian. Sesiap-siapnya kita menghadapi kematian, sewaktu mendengar berita bahwa hari-hari kita hidup sudah mulai dapat dihitung, kita akan tetap merasa gelisah. Kenapa kita bisa menjadi begitu takut dan bagaimana cara menghadapi ketakutan itu, di sini akan dibahas dengan lebih rinci.

Halaman