Pengembangan Diri

Mendengarkan Sebelum Didengarkan

Pada umumnya kita ingin didengarkan ketimbang mendengarkan, namun jika ingin berhikmat kita mesti mendisiplin diri untuk mendengarkan. Makin banyak kita mendengarkan, makin bertambah pengetahuan kita akan permasalahan, makin lega lawan bicara kita. Mendengarkan menambah hikmat karena kita masuk ke alam pikiran orang dan mencoba untuk memahaminya. Mendengarkan juga erat hubungannya dengan kerendahan hati. Kerendahan hati adalah langkah menuju hikmat. Jadikanlah mendengarkan sebagai gaya hidup bukan sekadar keterampilan. Makin kita mendengarkan-Nya, makin kita berhikmat.

Berbuat Sebelum Berkata

Jika ingin didengarkan dan dihargai kita mesti membuktikan lewat perbuatan nyata. Makin berbuat atau menaati Firman Tuhan, makin berhikmat. Pemahaman akan Firman Tuhan menyebabkan kita semakin mengerti menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah Firman Tuhan sebagai prioritas hidup. Hikmat yang diperoleh lewat Firman Tuhan tidak didapat lewat teori, hikmat baru merekah bila Firman dilakukan secara konsisten. Orang yang berhikmat baru berkata banyak setelah mengalaminya sehingga perkataannya lebih berbobot.

Berkata Sebelum Berbuat

Ada berbagai penyebab a.l. menganggap diri pintar atau bijak, kita punya ego yang besar, beranggapan seharusnya orang tahu, kita tidak bisa menguasai letupan emosi. Beberapa masukan untuk mengaplikasikan yang kita pelajari yaitu kita mesti punya konsep yang tepat tentang Tuhan, punya keyakinan bahwa Allah sanggup memakai siapa pun untuk menggenapi rencana-Nya, mesti belajar rendah hati dan lebih bersukacita melihat pertobatan ketimbang penghukuman.

Berpikir Sebelum Berkata

Akibat berkata sebelum berpikir, kita melukai hati orang, menimbulkan masalah baru atau memperparah masalah. Kita sudah tahu hal ini namun terus melakukannya, karena merupakan watak kita, isi hati kita, kebutuhan kita, cara untuk mengurangi stres dalam hidup kita. Beberapa saran adalah memahami mengapa kita sering berkata tanpa berpikir terlebih dahulu, pikirkan dampak perkataan kita pada orang lain, ingatkan diri untuk tidak mengeluarkan perkataan yang nantinya kita sesalkan, biasakan diri meminta maaf bila kita telah berkata salah.

Kapankah Perlu Konseling?

Ada orang yang cepat-cepat pergi ke dokter saat tubuhnya sakit namun bersikeras menolak pergi ke konselor untuk cek kesehatan jiwanya. Pergilah konseling jika kita sudah tidak bisa menyelesaikan masalah dengan tepat dan sehat, jika kita tidak berfungsi optimal dalam hidup, atau jika kita terus bergumul dengan dosa tertentu dan tidak bisa bertumbuh secara rohani.

Merajut Hidup

Mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup bagaikan tengah merajut benang-benang. Satu langkah salah berpotensi membelokkan atau mengubah arah dan kualitas kehidupan kita. Syukur kepada Allah, DIA senang memberikan kesempatan kedua kepada kita.

Menyikapi Berita yang Membanjir

Belajarlah membedakan antara fakta dengan opini, fakta dengan fitnah, fakta dengan fantasi, dan fakta dengan sensasi. Inilah cara menyikapi berita yang membanjiri kita.

Bahaya Pertemanan Online

Lindungi anak kita dari para pemangsa di dunia maya. Ingatkan anak mengenai bahaya pertemanan online, ikutilah perkembangan hidup anak dan terlibat di dalamnya, sambut teman anak kita, dan bangunlah relasi yang hangat di dalam rumah.

Kerugian Dapat Menjadi Keuntungan

Kita pasti pernah mengalami kerugian. Mungkin kita pernah mengalami kerugian uang atau kerugian waktu, merasa bahwa pernikahan kita adalah suatu kerugian dan berharap bahwa kita menikah dengan orang lain. Ya, kerugian membuat kita merasa kehilangan sesuatu yang seharusnya kita miliki. Pertanyaannya adalah apakah di mata Tuhan kerugian selalu adalah kerugian ? Dari kehidupan Yakub, kita dapat menyimpulkan bahwa di tangan Tuhan kerugian tidak selalu berekor kerugian.

Tuhan Memakai Orang yang Minder

Tuhan memakai orang yang minder sama seperti Ia memakai orang yang percaya diri. Mari kita mengontraskan dua tokoh Alkitab yang minder, yakni Musa dan Saul, dan menarik pelajaran darinya.

Halaman

Berlangganan RSS - Pengembangan Diri