Dewasa

Sikap atau rasa bersalah merupakan sesuatu yang perlu dan harus ada dalam hidup manusia, karena tanpa rasa bersalah manusia itu akan menjadi liar. Namun kalau kadarnya terlalu banyak atau berlebihan maka rasa bersalah itu tidak lagi berfungsi dengan baik, malahan akan menghancurkan pribadi manusia itu.

Hidup ini tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan kita. Sendiri namun masih bisa produktif dalam pengertian kita tidak harus hidup untuk diri kita, kita masih bisa hidup untuk orang lain, kelompok kita dan sudah tentu untuk Tuhan. Alkitab pun menjelaskan tentang banyak tokoh yang luar biasa hidup sendiri.

Wanita lebih rawan merasa cemas atau khawatir, maka dia lebih mudah dirundung depresi wanita cenderung melihat apa yang dialaminya dari segi detail, atau dia melihat jauh ke depan.

Memulihkan relasi bukan suatu hal yang mudah, Namun seorang Yusuf berhasil memulihkan relasinya dengan saudara-saudara yang telah menyakitinya. Dalam tema ini akan dibahas bagaimana Yusuf dapat memulihkan hubungannya dengan saudara-saudaranya.

Pria paro baya bisa disebut dengan dewasa akhir ini, berada pada suatu posisi persimpangan jalan. Yang dimaksud adalah pilihan terhadap karier. Dan di usia inilah mereka mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi.

Ketakutan memang adalah sebuah reaksi terhadap ancaman yang nyata yang ada di hadapan kita. Dan untuk melindungi atau menyelamatkan diri, kita akhirnya berusaha untuk menangkisnya.

Dalam hal ini kita diajarkan untuk melihat usia tua itu sebagai usia yang indah, dan tentunya kita juga harus dapat menghadapinya di antaranya kita dapat menerima keterbatasan, belajar untuk hidup bergantung dll.

Ada suatu kesalahpahaman konsep yang seringkali terjadi bahwa relasi itu bisa bertumbuh dengan sendirinya. Tapi sebenarnya tidaklah demikian, relasi sangat bergantung pada apa yang kita lakukan dengan orang itu, untuk orang itu, dan terhadap orang itu.

Lanjut usia merupakan suatu kehidupan yang sangat perlu untuk dipersiapkan, agar dapat menikmati hidup di masa tua dengan sebaik-baiknya dan lebih dari itu lanjut usia memerlukan kebutuhan emosional yang lebih besar daripada kebutuhan secara fisik.

Waktu teguran disampaikan walaupun dengan sesantun mungkin biasanya tetap akan melukai atau menyakiti hati orang. Karena pada dasarnya kita manusia adalah tidak suka dipersalahkan. Oleh karena itulah sebelum kita menyampaikan teguran, kita harus mengakui suatu fakta bahwa teguran itu tidak mengenakkan.

Halaman