Skip to main content

Masalah Hidup

Letih Mental

Setiap orang dapat mengalami letih mental, terutama mereka yang berhubungan dengan manusia terus-menerus. Letih mental tidak sama dengan kejenuhan, letih mental bersifat menyeluruh sedangkan kejenuhan bersifat spesifik, terpusat pada satu bidang saja.

Kesepian

Kesepian berbeda dengan menyendiri, kesepian adalah suatu perasaan yang mempunyai obyek yang spesifik, yaitu orang yang dapat mendampingi kita. Mengobati kesepian bukan dengan keramaian, tapi dengan keintiman. Perlu keterbukaan, rasa percaya dan rasa aman. Maukah kita mengambil resiko untuk memulai relasi dan meningkatkannya sampai tahap intim ?

Tanda Awas Hidup Lajang

Sebagian dari kita akan hidup lajang, bukan karena pilihan melainkan karena keadaan. Jadi kita perlu mempersiapkan diri akan kemungkinan itu. Hidup lajang relatif bebas pertanggungjawaban, karena itu penting untuk hidup dekat dan takut akan Tuhan. Keuntungan hidup lajang adalah kemerdekaan, kerugiannya kesepian.

Buta Diri

Salah satu keterampilan hidup yang perlu kita miliki adalah kemampuan melihat diri sendiri. Tanpa keterampilan ini niscaya kita akan mengalami masalah dalam relasi.

Kefanaan Hidup

Untuk banyak hal dalam hidup ini kita bersedia mempersiapkan diri, namun sedikit di antara kita yang bersedia mempersiapkan diri menghadapi kematian. Kita perlu melihat fakta tentang kematian dengan jernih agar dapat mempersiapkan diri dengan tepat.

Pengampunan

Dalam materi ini kita diajak untuk belajar dari Matius 18:21-22, tentang mengampuni. Mengampuni memang tidak gampang, tapi Alkitab mengajak kita mengampuni dengan tanpa batas. Bagaimana kita dapat melakukannya?

Tatkala Badai Menerpa

Kehidupan kita ini diumpamakan seperti naik perahu atau kapal, kita akan berlayar dan dalam pelayaran itu kita harus siap menghadapi segala macam kemungkinan. Mungkin kita bisa mendarat di daratan yang tenang, tapi adakalanya kita harus melewati badai.

Melewati Masa yang Sulit

Tidak seorang pun dari antara kita yang tidak pernah mengalami masa-masa sulit. Pada masa sulit biasanya penuh dengan kekhawatiran, akhirnya kita tertelan oleh perspektif duniawi dan gagal menerapkan perspektif surgawi. Karena itu kita perlu tahu bagaimana cara mengatasinya.