Skip to main content

Tuntutan Keluarga dan Depresi

Abstrak

Tuntutan keluarga yang tinggi terhadap seorang anak bisa menjadi suatu hal yang melatarbelakangi seseorang rentan terhadap depresi.

Play Audio
Transkrip

Saudara-saudara pendengar yang kami kasihi dimanapun Anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen, bersama Ibu Esther Tjahja, S. Psi. dan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi, dan beliau berdua adalah pakar-pakar konseling keluarga dan juga dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang. Kami akan menemani Anda dalam sebuah perbincangan yang pasti sangat menarik dan bermanfaat, yang kali ini kami beri judul "Tuntutan Keluarga dan Depresi". Bagian ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan kami beberapa waktu yang lalu tentang mengenal depresi. Jadi kami percaya Anda yang sudah mengikuti perbincangan kami pada waktu yang lalu juga akan banyak mendapat sesuatu yang baru dari perbincangan kami kali ini. Akhirnya kami dari studio mengucapkan selamat mengikuti.

Lengkap
GS : Pak Paul, beberapa waktu yang lalu kita sudah menguraikan panjang lebar tentang depresi. Tapi supaya pendengar-pendengar kita yang mungkin baru kali ini mengikuti pembicaraan ini bisa mengikuti perbincangan tentang tuntutan keluarga dan depresi, mungkin Pak Paul bisa mengulas secara singkat apa yang kita bicarakan beberapa waktu yang lalu.

PG : Depresi bisa menyerang siapapun tidak ada yang terkecuali, sebab depresi itu bisa muncul dengan mudah di dalam hidup seseorang yang tidak lagi seimbang. Tidak seimbang, dalam pengertian keampuan untuk menahan beban kehidupan itu tidak cukup sehingga akhirnya beban hidup menindih seseorang.

Gejala depresi bermacam-macam, yang paling umum adalah kehilangan minat atau gairah terhadap hal-hal yang biasanya diminati, biasanya disertai juga dengan kesulitan tidur, nafsu makan berkurang atau nafsu makan bertambah dengan drastis, gairah seksual menurun, ketegangan dan keresahan menandai hidupnya terus-menerus.
GS : Kalau kita bicara tentang tuntutan keluarga pasti ada di setiap rumah tangga, nah apakah itu juga berdampak pada seseorang yang rentan terhadap depresi itu?

PG : Yang melatarbelakangi pembicaraan kita pada saat ini adalah pengamatan saya bahwa ada orang-orang dewasa yang rentan terhadap depresi dan waktu saya selidiki, latar belakang keluarganya tenyata mereka mempunyai sesuatu yang umum atau yang sama antara satu dengan yang lainnya.

Yaitu mereka berasal dari keluarga di mana sejak kecil mereka telah menjadi tulang punggung keluarga. Apa yang saya maksud dengan tulang punggung keluarga adalah anak yang sangat diandalkan karena penuh tanggung jawab. Jadi apa-apa dia yang disuruh, apa-apa dia yang dipanggil atau anak yang tulang punggung ini adalah anak yang dianggap paling baik di antara anak-anak lainnya, sehingga dialah yang dituntut lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang lainnya. Yang lainnya lagi tulang punggung adalah anak yang dekat dengan salah satu atau kedua orang tuanya, sehingga anak ini menjadi tumpahan isi hati orang tuanya. Ada apa-apa dia yang dipanggil, diajak bicara, diceritakan masalah-masalah keluarga dan sebagainya. Dan yang terakhir tentang ciri anak yang disebut tulang punggung, sering kali anak ini bertumbuh dalam keluarga yang bermasalah, di mana perannya sebagai anak yang paling baik menjadi penting sekali. Dia harus menjadi pendamai di antara kedua orang tuanya, pelindung papanya atau mamanya, menjaga adik-adiknya jangan sampai mereka terlantar. Dengan kata lain anak yang disebut tulang punggung ini memang sungguh-sungguh menjadi tulang punggung keluarganya, di mana kakak adiknya atau orang tuanya bergantung pada dia sehingga dialah yang menopang kelanjutan kehidupan keluarganya itu. Saya perhatikan anak-anak yang disebut tulang punggung ini waktu bertumbuh besar dan misalkan suatu hari tidak mampu lagi menahan beban kehidupan, rentan sekali terhadap depresi.
GS : Padahal sebenarnya ciri-ciri yang tadi Pak Paul katakan sekilas itu kelihatan positif, saya rasa.

PG : Ya bukankah sebagai orang tua kit