Siapakah Anak Kita?

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T418A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 
Seringkali karena keinginan kita tidak sama dengan keinginan anak maka kita mengira apakah ini keinginan kita atau bukan? Ada beberapa hal yang merupakan keinginan orang tua, salah satunya ialah kita berharap bahwa anak kita adalah kepanjangan kita.
Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan

Kadang-kadang kita heran kalau tidak kenal dengan anak kita sendiri atau kita mempunyai pengertian yang agak berbeda dengan anak bahwa kita mengharapkan sesuatu dan ternyata tidak sesuai dengan kita.

Kita perlu mengetahui SIAPAKAH ANAK?

  • Berharap anak menjadi kepanjangan kita?
  • Anak sebagai kompensasi kita?
  • Anak adalah beban hidup kita?
  • Anak sebagai penolong kita?
  • Ciptaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita?

Konsep kita akan siapakah anak, menjadi sangat nyata tatkala anak bertumbuh menjadi Remaja. Misalkan:

  • Jika kita melihatnya sebagai KEPANJANGAN KITA, maka kita akan makin menuntutnya untuk melakukan semua yang kita lakukan dan menjadi SAMA seperti diri kita
  • Jika kita melihatnya sebagai KOMPENSASI kita, maka kita akan makin menuntutnya untuk menutupi KEKURANGAN kita supaya dia TIDAK MENJADI SEPERTI KITA
  • Jika kita melihatnya sebagai BEBAN HIDUP kita, maka kita makin akan bersikap TIDAK RAMAH dan PERHITUNGAN dengannya. Relasi kita dengannya akan berbentuk UNTUNG-RUGI!
  • Jika kita melihat anak sebagai PENOLONG kita, maka kita akan makin BERGANTUNG padanya dan menuntutnya untuk MENYELESAIKAN masalah yang kita hadapi.
  • Jika kita melihat anak sebagai CIPTAAN TUHAN YANG DIPERCAYAKAN KEPADA KITA, maka kita akan mengasuhnya dengan penuh tanggung jawab BERSAMA TUHAN.

Konsep kita akan siapakah anak, juga mempengaruhi kasih kita kepadanya

Kasih kepada anak berkurang sewaktu:

  • Anak tidak menjadi seperti yang diharapkan!
  • Anak tidak menghargai pengorbanan kita!
  • Anak tidak menyambut uluran tangan kita!
  • Anak melawan kita!
  • Anak menghina kita!
  • Kita kecewa kepadanya!

Firman Tuhan:
"Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan (kata-kata ini bisa ditukar anak-anak secara umum), dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang." (Mazmur 127 :3-5)