Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi, di mana pun anda berada. Anda kembali bersama kami dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi. Beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling serta dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang. Perbincangan kami merupakan kelanjutan dari perbincangan kami terdahulu tentang "Remaja Putri dan Cinta". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
PG : Sekurang-kurangnya ada tiga, Pak Gunawan. Yang pertama adalah dewasa ini penekanan pada kecantikan makin bertambah. Jadi alat-alat kosmetik yang ditawarkan atau juga penekanan pada kebugarn juga makin menguat.
Jadi remaja putri lebih ditekan untuk tampil langsing dan cantik, dengan kata lain akhirnya mereka mau tampil cantik dan menawan supaya dicintai atau diperhatikan oleh putra. Kalau misalnya mereka mendapatkan cinta dari seorang pria maka bagi mereka itu merupakan sebuah bukti bahwa mereka cukup cantik dan mereka cukup menawan. Sekarang juga cukup banyak orang tua yang repot di luar, sehingga sehingga kurang banyak waktu pada remaja putrinya. Semua anak pada dasarnya perlu kasih sayang dari orang tua tapi karena anak perempuan perasaannya lebih halus maka kebutuhan emosionalnya menjadi lebih besar. Sehingga mereka membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Kalau itu tidak mereka dapatkan, maka itu akan mendorong mereka untuk mencarinya di luar. Maka akibatnya mereka lebih mudah sekali menerima cinta dari pria siapa pun. Yang ketiga adalah dewasa ini juga menekankan pada prestasi akademik atau bisa melakukan ini dan itu, bisa bahasa Inggis, Perancis dan sebagainya. Dan memang tidak bisa kita sangkal bahwa kebisaan-kebisaan ini sepertinya membawa bonus, sebab pada faktanya pria juga cepat terkagum dengan wanita yang cerdas serta memunyai banyak kebisaan. Kita juga sudah bahas pada kesempatan yang lampau bahwa kalau wanitanya terlalu cerdas, itu juga bisa membuat si prianya menjadi takut. Tapi seringkali kalau pria-pria sedang ngobrol di antara mereka, seringkali yang mereka bicarakan adalah tentang wanita yang mereka anggap cerdas dan banyak kebisaan dan mereka mengagumi perempuan yang seperti itu. Dan akibatnya perempuan merasa lebih ditekan lagi untuk mampu dan cerdas, bisa ini dan itu. Dengan kata lain jadinya banyak remaja putri yang harus h