Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi, di mana pun anda berada. Anda kembali bersama kami dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi. Beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling serta dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang. Perbincangan kami kali ini tentang "Narkoba dan Keluarga". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.
PG : Betul sekali yang Pak Gunawan katakan, waktu narkoba menyerang satu orang dalam keluarga maka yang terkena dampaknya adalah satu keluarga itu. Jadi kita harus mencegahnya jangan sampai naroba itu memasuki keluarga kita.
Untuk bisa mencegahnya dengan baik, kita mesti menyadari beberapa faktor yang akhirnya membuat orang memakai narkoba. Ada beberapa yang akan saya paparkan dan yang pertama adalah penghargaan diri yang lemah. Jadi seorang anak yang tidak mempunyai penilaian diri yang positif, minder melihat bahwa dirinya memiliki begitu banyak kekurangan, akhirnya mempunyai kebutuhan yang besar untuk diterima teman, karena begitu besar keinginannya diterima teman maka susah sekali menolak ajakan teman. Waktu teman meminta ini dan itu, dia mau saja bahkan waktu teman mengajak untuk menggunakan narkoba. Anak kita mempunyai masalah dengan penghargaan diri terutama di usia remaja, kita mesti benar-benar mengawasi pergaulannya sebab ini penting, jangan sampai karena dia tidak diterima dalam lingkungannya maka dia masuk ke lingkungan yang buruk, yang memang mau menerima dia. Tapi kalau lingkungan itu buruk berarti mereka bukan hanya menerima dia, tapi mereka juga akan memberikan pengaruh yang buruk pula kepadanya.PG : Jadi sebenarnya, Pak Gunawan, pengguna narkoba dalam keluarga itu tidak dipisahkan dari kondisi rumah tangga itu sendiri. Misalnya ada faktor pendukung yang lain yaitu pengawasan orang tuayang lemah karena orang tua banyak masalah atau terlalu sibuk di luar sehingga tidak memberikan pengawasan yang memadai kepada anak-anaknya, akhirnya mereka luput melihat gejala penggunaannya, gagal memagari ruang gerak si anak.
Dan misalnya juga metode mendisiplin anak tidak tepat atau bahkan berlebihan. Jadi faktor-faktor seperti itu membuat si anak akhirnya lebih mudah untuk jatuh ke dalam narkoba. Kalau misalkan papanya marah maka dia akan dipukuli habis-habisan, hal seperti itu akhirnya akan menimbulkan sakit hati, kepahitan dalam hidupnya dan dia akan lari kepada teman dan lari dengan menggunakan narkoba