Mengampuni Diri

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T411A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 
Sebagai manusia kita tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Kita seringkali menghukum diri atas kesalahan yang kita lakukan dan kita tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan telah mengampuni dosa kita.
Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan

Sebagai manusia kita tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Adakalanya kita melakukan kesalahan besar yang sukar kita lupakan; kita terus merasa berdosa meski kita tahu bahwa Tuhan telah mengampuni dosa kita. Bagaimanakah kita menyikapinya?

Mengapakah Kita Terus Merasa Bersalah?

  1. Kita masih merasa perlu menghukum diri sendiri. Perasaan bersalah yang terus bersarang merupakan bentuk penghukuman diri.
  2. Acap kali perasaan bersalah terus mengikuti kita sebab perasaan memang lebih sulit berubah dibanding persepsi. Kita dapat memahami bahwa seharusnya kita tidak perlu lagi merasa bersalah karena Tuhan telah mengampuni kita namun pemahaman ini tidak serta merta mengubah perasaan kita.
  3. Kita tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan telah mengampuni dosa kita. Kita berkeyakinan bahwa sekali cacat selamanya kita akan cacat di mata Tuhan.
  4. Namun demikian, perasaan bersalah sampai titik tertentu memang diperlukan dan baik. Pertobatan diawali oleh rasa bersalah akibat dosa yang telah kita lakukan. Tanpa rasa bersalah, kita cenderung mengulang kesalahan yang sama. Perasaan bersalah dapat menjadi lampu peringatan untuk mencegah jatuhnya kita ke dalam dosa yang serupa.

Bagaimanakah Kita dapat Mengampuni Diri?

  1. Kita harus melihat dan mengaku dosa atau kesalahan yang telah kita perbuat-apa adanya. Jangan mengecilkan atau membesarkan dosa. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." I Yohanes 1:9
  2. Kita mesti percaya bahwa Tuhan sungguh-sungguh telah mengampuni dosa kita. "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika masih berdosa." Roma 5:8
  3. Kita hanya dapat mengampuni diri bila kita berhasil mengintegrasikan ketidaksempurnaan kita itu ke dalam gambar diri kita. Sebelum perbuatan dosa itu kita lakukan, kita telah mempunyai gambar tentang siapa kita. Kesalahan tersebut memaksa kita untuk mengubah gambar diri itu-dari sempurna menjadi tidak sempurna. Keberhasilan kita memasukkan ketidaksempurnaan itu ke dalam gambar diri kita sekarang berperan besar dalam proses pengampunan diri. "Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. " 1 Yohanes 1:8
  4. Kita mesti berubah. Semakin nyata kita melihat perubahan pada diri kita, makin mudah bagi kita mengampuni diri. "…bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus meninggalkan manusia lama supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah . . . ." Efesus 4:22-24