Kepribadian Skizotipal

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T517B
Nara Sumber: 
Ev. Sindunata Kurniawan, M.K.
Abstrak: 
Orang yang memiliki gangguan kepribadian skizotipal adalah orang yang unik, eksentrik dan aneh dalam cara berpikir, berperilaku dan berelasi dengan orang lain, termasuk sikap menyendiri dan menarik diri dari masyarakat. Orang dengan gangguan ini kemungkinan besar dengan pola asuh keluarga yang psikotik. Saat anak-anak, orang-orang dengan gangguan skizotipal pasif, secara social tidak terlibat, terlalu sensitif terhadap kritik dan tampak ganjil dalam berpikir.
Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan

Orang yang memiliki gangguan kepribadian skizotipal adalah orang yang unik, eksentrik dan aneh dalam cara berpikir, berperilaku dan berelasi dengan orang lain, termasuk sikap menyendiri dan menarik diri dari masyarakat. Kepribadian skizotipal ditandai adanya pola social dan penurunan interpersonal yang ditandai oleh ketidaknyamanan akut (timbul secara mendadak dan cepat memburuk) dan penurunan kapasitas untuk hubungan akrab, serta mereka yang mengalamai distorsi kognitif dan persepsi serta memiliki perilaku yang eksentrik sebagaimana diindikasikan oleh lima atau lebih dari hal-hal berikut:

  1. Ide-ide yang aneh
  2. Kepercayaan yang aneh atau pikiran tentang keajaiban yang memengaruhi perilaku mereka. Misal percaya dapat membaca pikiran.
    Pendapat-pendapat mereka yang aneh dapat mencakup pemikiran yang aneh dan kepercayaan gaib terhadap peristiwa batin atau pemikiran magis-takhayul, seperti telepati dan kemampuan melihat dengan tajam secara batin. Meskipun perkataan mereka tidak berhubungan, isinya terdengar aneh bagi orang lain.
  3. Pengalaman persepsi yang tidak biasa, termasuk ilusi tubuh.
    Mereka mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan persepsi yang tidak biasa dalam bentuk ilusi yang berulang. Mengaku dapat merasakan kehadiran suatu kekuatan atau seseorang yang secara aktual tidak berada disana bagaikan indera keenam.
  4. Pikiran dan ucapan yang aneh.
    Ciri yang juga umum terjadi adalah keyakinan bahwa berbagai kejadian memiliki makna yang khusus dan tidak biasa bagi yang bersangkutan, kecurigaan, dan pikiran paranoid. Afek tampak terbatas dan datar. Gaya berbicara aneh, seperti pola longgar atau samar-samar berbicara atau bertele-tele dan tanpa henti selama percakapan
  5. Kecenderungan untuk selalu curiga atau paranoid.
    Sering kali curiga terhadap orang lain dan mempunyai keyakinan bahwa perilaku orang lain atau sasaran acak lainnya atau kejadian mengacu pada diri mereka. Ide mencurigakan atau paranoid, hipersensitivitas, dan keraguan konstan tentang loyalitas dan kesetiaan orang lain
  6. Penarikan afek atau pemberian afek yang tidak tepat.
    Afek adalah perasaan dan emosi yang menekankan tingkat kesenangan atau kesedihan yang pada kualitas senang dan tidak senang, nyaman mewarnai perasaan. Contoh: cinta, kebencian, kesukaan dan hobi. Tidak dapat menikmati kesenangan, hidup mereka digolongkan oleh kehampaan yang merebut antusiasme mereka. Emosi datar, atau respon emosional terbatas atau tidak tepat.
  7. Perilaku atau tampilan yang aneh atau eksentrik.
    Perilaku dan penampilan mereka juga dapat eksentrik; sebagai contoh, mereka berbicara pada diri sendiri dan memakai pakaian yang kotor serta kusut.
  8. Kurangnya teman dekat atau teman karib selain saudara langsung
  9. Kecemasan sosial berlebih yang cenderung dikaitkan dengan ketakutan paranoid

Seperti orang-orang dengan gangguan kepribadian skizoid, mereka menemukan kesulitan untuk membangun hubungan yang akrab karena mereka mengalami ketidaknyamanan di tengah-tengah orang lain—sebagian disebabkan kecurigaan mereka. Ide mencurigakan atau paranoid, hipersensitivitas, dan keraguan konstan tentang loyalitas dan kesetiaan orang lain

Kepribadian skizotipal vs skizofrenia

Gangguan kepribadian skizotipal sulit dibedakan dengan skizofrenia, penyakit mental yang berat di mana orang kehilangan kontak dengan realitas (psikosis). Sementara orang-orang dengan kepribadian skizotipal mungkin mengalami episode psikotik singkat dengan delusi atau halusinasi, tidak sering, lama atau intens seperti pada skizofrenia. Perbedaan kunci lain antara gangguan kepribadian skizotipal dan skizofrenia adalah bahwa orang-orang dengan gangguan kepribadian biasanya dapat dibuat sadar akan perbedaan antara ide-ide menyimpang mereka dan realitas. Mereka dengan skizofrenia umumnya tidak dapat menjauh dari delusi mereka.

Riwayat perjalanan penderita kepribadian skizotipal

Gangguan kepribadian skizotipal seringkali dianggap sebagai bentuk ringan skizofrenia, yang ditularkan melalui mekanisme genetik serupa dengan skizofrenia. Berbagai studi keluarga secara konsisten menunjukkan bahwa kerabat para pasien skizofrenia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan kepribadian skizotipal. Orang dengan gangguan ini, kemungkinan besar dengan pola asuh keluarga yang psikotik atau ada sejarah salah satu anggota keluarga memiliki gangguan skizotipal. Saat anak-anak, orang-orang dengan gangguan skizotipal adalah pasif, secara sosial tidak terlibat, terlalu sensitif terhadap kritik dan tampak ganjil dalam berfikir.

Perlu pemeriksaan langsung oleh psikiater yang berpengalaman untuk menegakkan diagnosis gangguan kepribadian skizotipal. Setelah diagnosisnya tegak, penganganan yang dapat dilakukan berupa psikoterapi dan obat medis. Psikoterapi adalah terapi yang paling sering diterapkan untuk menangani kasus ini. Pembahasan ini diakhiri dengan ayat dari Amsal 18:1.