Skip to main content

Ia Sudah Menyiapkan Segala Sesuatunya

Abstrak
Ada kalanya kita terkejut ketika masalah datang. Tapi percayalah, Tuhan tidak terkejut dengan apa yang kita alami karena Dia sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk kita, jauh melebihi apa pun yang bisa kita pikirkan. Mari belajar dari Bangsa Israel yang Tuhan pimpin keluar dari tanah Mesir.
Play Audio
Transkrip

Saudara-Saudara pendengar yang kami kasihi di mana pun anda berada, Anda kembali bersama kami pada acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga). Saya, Gunawan Santoso dari Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK) akan berbincang-bincang dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi. Beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling. Perbincangan kami kali ini tentang "IA Sudah Menyiapkan Segala Sesuatunya". Kami percaya acara ini pasti bermanfaat bagi kita sekalian dan dari studio kami mengucapkan selamat mengikuti.

GS : Pak Paul, kita memang tahu Tuhan Allah itu mengatur segala sesuatunya dan memersiapkan segala sesuatunya untuk kita, tetapi kenapa kita tidak bisa terlepas dari kekuatiran, Pak Paul? Logikanya kalau kita tahu bahwa segala sesuatu sudah Tuhan persiapkan untuk kita dan itu yang terbaik, mestinya kita tidak perlu kuatir lagi. Tapi buktinya tetap kuatir.

PG : Karena begini, Pak Gunawan. Tuhan tahu apa yang akan terjadi sedangkan kita tahu apa yang telah terjadi. Oleh karena kita hanya tahu apa yang telah terjadi dan tidak tahu apa yang akan terjadi, kita mudah cemas. Sewaktu menghadapi kesulitan, kita bingung. Dalam kebingungan kita mudah marah dan menyalahkan Tuhan. Lewat perjalanan Israel dari Mesir menuju Kanaan kita dapat belajar satu pelajaran berharga yakni Tuhan sudah menyiapkan segala sesuatunya. Kita tidak perlu kuatir apalagi marah sebab Tuhan tahu dan Ia sudah berjalan di muka. Inilah yang kita mau angkat pada kesempatan ini, Pak Gunawan, mudah-mudahan menolong kita untuk mengingat bahwa Tuhan sudah tahu dan Ia berjalan di muka dan menyiapkan segala sesuatunya. Sehingga mudah-mudahan kita semua lebih beriman dan tidak mudah cemas.

GS : Tapi kalau kita melihat perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan, mereka tetap jatuh bangun, Pak Paul. Ada saatnya mereka merasa Tuhan sudah menolong. Tapi begitu berjalan lagi mereka melihat tidak ada lagi pertolongan Tuhan. Itu hampir sama dengan kehidupan kita, Pak Paul.

PG : Betul. Kita melihat berbagai tantangan yang mesti dihadapi oleh Israel. Misalnya, tantangan pertama yang dihadapi Israel setelah keluar dari Mesir adalah kejaran serdadu Mesir. Tuhan menolong. Ia menenggelamkan tentara Mesir di Laut Merah. Tantangan kedua yang dihadapi Israel adalah kesulitan air. Di Mara ada air tetapi pahit. Tuhan menyuruh Musa melemparkan kayu ke dalam air dan air itu menjadi manis sehingga dapat diminum. Setelah itu Tuhan membawa mereka ke Elim dan disitu terdapat 12 mata air dan 70 pohon korma. Tantangan ketiga adalah kelaparan. Tuhan m