Pdt. Dr. Vivian Andriani Soesilo
Pdt. Dr. Vivian Andriani Soesilo
Melayani Untuk Menyenangkan Tuhan (I)
Pengampunan dalam Pernikahan (III)
Pengampunan dalam Pernikahan (II)
“A happy marriage is the union of the two forgivers” artinya pernikahan yang bahagia merupakan kesatuan dari dua orang yang saling mengampuni. Kesalahpahaman atau masalah sepele akan sangat mungkin membuat pasangan terluka secara emosi atau batin, menambahkan amarah bahkan hingga menjadi korban KDRT. Sehingga pengampunan memiliki peranan penting dan vital bagi hubungan suami-istri di dalam pernikahan Kristen. Ada yang mengatakan: mengampuni ialah melupakan. Namun hal yang melukai kita ialah hal yang telah terjadi dan merupakan masa lalu kita, sehingga itu akan terus ada dalam ingatan kita selama kita masih hidup. Apakah ini yang dimaksud mengampuni? Lalu bagaimana dengan pendapat yang mengatakan: ketika kita mengampuni berarti kita harus berekonsiliasi dan ‘menutup mata’ pada batin kita yang telah terluka dan perilaku pasangan yang tidak mau berubah? Jadi apa yang dimaksud Alkitab tentang mengampuni?
Pengampunan Dalam Pernikahan ( I )
Mengenal Anak Melalui Karyanya
Terapi Bermain
Kita tahu anak-anak menyukai permainan, dan hampir semua permainan disukai oleh anak-anak. Tapi sangat asing bagi kita kalau permainan, bisa digunakan sebagai terapi. Dengan terapi bermain itu, kita bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh anak, karena anak tidak bisa mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata seperti orang dewasa. Bagaimana caranya dan apa saja bentuk permainannya? Di sini akan dibahas secara tuntas
Korban Tindak Kekerasan
Penderitaan yang dialami oleh korban tindak kekerasan, adalah pada batin atau hatinya. Untuk menyembuhkannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Ada 3 langkah yang dapat dilakukan korban agar tidak terjadi untuk yang kedua kalinya yaitu (1) membuat batasan dengan pelaku atau menjaga jarak. (2) mengenali kelemahan diri supaya tidak diperalat oleh orang lain. Dan (3) memutus hubungan, jika penderitaan yang dialami sudah begitu dahsyat.
Pelaku Tindak Kekerasan
Beberapa hal yang mendorong seseorang untuk melakukan tindak kekerasan yaitu: Kecemburuannya, tidak takut akan Tuhan, tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri.
Sulitnya Mengampuni Diri Sendiri
Ada pernyataan bahwa mengampuni diri sendiri itu lebih susah dari pada mengampuni orang lain, tetapi ternyata itu tergantung dari orangnya. Ada orang yang mudah mengampuni orang lain, tetapi susah mengampuni dirinya sendiri. Ada juga orang yang bisa mengampuni diri sendiri tetapi susah mengampuni orang lain. Dan ada juga orang sulit mengampuni diri sendiri dan juga orang lain. Yang membedakan semuanya adalah cara pandang masing-masing orang.
Sulitnya Mengampuni Orang Lain
Orang yang sudah dilukai itu cenderung sulit untuk mengampuni. Ada juga orang yang tidak mau mengampuni orang yang telah melukainya karena dia telah dilukai hingga cacat. Ternyata dalam mengampuni orang lain dibutuhkan tahapan-tahapan. Saat kita bisa mengampuni orang lain, kita akan mendapatkan banyak manfaat.