Skip to main content

Dewasa

Menjadi Tua

Menjadi tua adalah bagian dari kehidupan yang tak dapat kita cegah atau hindari. Untuk menangani gejolak dan kebutuhan masa tua, marilah kita lihat beberapa hal : Berusahalah untuk hidup sehat dan hidup dalam keterbatasan, kurangilah jumlah peran sesuai dengan kondisi dan keterbatasan, bentuklah lingkup sosial yang baru atau perkuatlah jalinan relasi dengan anak dan kerabat yang ada, isilah waktu yang tersedia dengan kegiatan yang "menggembirakan".

Memulihkan Relasi

Memulihkan relasi bukan suatu hal yang mudah, Namun seorang Yusuf berhasil memulihkan relasinya dengan saudara-saudara yang telah menyakitinya. Dalam tema ini akan dibahas bagaimana Yusuf dapat memulihkan hubungannya dengan saudara-saudaranya.

Kakek Nenek dan Cucu

Relasi kakek-nenek dan cucu berpotensi menjadi relasi yang sehat namun bisa pula menjadi relasi yang tidak sehat. Beberapa masukan untuk kakek-nenek agar relasi mereka dengan cucu menjadi relasi yang sehat. Kasih sayang tidak boleh menjadi dalih untuk tidak mendisiplin cucu, jikalau terjadi perbedaan dalam cara membesarkan anak, kakek-nenek mesti mengonsultasikannya dengan orangtua, Hati-hatilah berbicara di hadapan anak tentang orangtuanya, dsb.

Sampai Hari Tuaku

Kita melihat pernikahan bermasalah di hari tua dan kita pun bertanya, mengapa? Ada beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk mempersiapkan diri melewati masa tua bersama pasangan: Hidup terbagi dalam beberapa fase, masa tua adalah masa mengingat dan menuai, masa tua adalah masa perubahan prioritas.

Membina Relasi

Ada suatu kesalahpahaman konsep yang seringkali terjadi bahwa relasi itu bisa bertumbuh dengan sendirinya. Tapi sebenarnya tidaklah demikian, relasi sangat bergantung pada apa yang kita lakukan dengan orang itu, untuk orang itu, dan terhadap orang itu.

Relasi Orangtua dan Anak Dihari Tua

Beberapa prinsip yang mesti kita pahami guna menciptakan relasi orangtua-anak yang indah di hari tua, yaitu di hari tua anak cenderung bersikap terhadap orangtua sesuai dengan kondisi relasi itu sekarang. Orangtua kembali menjadi seperti anak dalam pengertian ia sekarang dibatasi oleh kelemahan fisiknya. Kalaupun relasi orangtua-anak baik, tetap saja akan ada ketegangan yang mesti dihadapi bersama.