Menyeimbangkan Hormat dan Kasih 2

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T596B
Nara Sumber: 
Ev. Heman Elia, M.Psi
Abstrak: 
Orang tua harus menjaga sikap dan perilaku diri sendiri supaya bisa dihormati oleh anak, orang tua perlu konsisten dan relatif sama dalam pandangan terhadap prinsip hidup serta cara mendidik anak, orang tua perlu menunjukkan keteladanan dalam hal kasih dan berkata-kata, dari sudut perkembangan anak, kita lebih mendekatkan hukuman atau disiplin secara lisan daripada secara fisik
Audio
MP3: 
Play Audio: 


Ringkasan

Kasih dan hormat. Ini menarik. Bagaimanakah sikap anak terhadap orang tua sebagai akibat tanda dari keberhasilan didikan yang menyeimbangkan kasih dan hormat?

Anak menghormati orang tua. Dia taat tanpa harus diminta. Ketika remaja, anak memang punya kecenderungan natural untuk melawan orang tua. Namun kecenderungan ini dapat dikendalikan dengan baik. Dengan demikian, anak tidak berbicara kasar kepada orang tuanya. Anak dapat menyatakan pendapatnya kalau dia tidak setuju dengan cara pandang orang tuanya. Di lain sisi, anak bisa dekat dengan orang tuanya. Ia dapat bersikap terbuka mengenai apa pun. Memang ketika remaja, secara natural anak punya kecenderungan menjaga privasinya yang ruangnya pun semakin meluas. Anak jadi semakin tidak suka dicampuri urusannya. Namun anak yang dididik secara baik tidak akan cepat marah atau tersinggung kalau privasinya dilanggar, asalkan dia tidak serta merta dikritik secara tidak semena-mena.

Bagaimanakah contohnya kita menyeimbangkan tegas sekaligus lunak dalam mendidik anak?

Sebagai contoh, kita ingin anak kita jujur. Ketika anak mulai berbohong, lebih baik kalau kita menindak pelanggaran ini ketika terjadi pada pertama kalinya, kita menegurnya. Kita mungkin memberi peringatan berikutnya. Kalau dia melakukannya berulang-ulang, barulah kita berikan hukuman tanpa harus berteriak. Hukuman juga yang memadai, misalnya dia dikurangi haknya untuk penggunaan waktu bermain kalau dia berbohong dalam hal bermain dan sebagainya. Sebaliknya, orang tua tidak boleh lupa untuk menghargai, memuji, atau menambah haknya lebih banyak bila anak dapat dipercaya dan berkata jujur meskipun ada risiko yang mungkin akan merugikan dirinya. Kita juga perlu mengingat bahwa pada dasarnya menyeimbangkan antara hormat dan kasih ini adalah seni. Berarti awalnya kita sendiri mungkin berusaha dan gagal, tapi tidak ada salahnya untuk mencobanya sampai kita merasa pas dengan itu. Seiring dengan bertambahnya usia anak, kita juga perlu semakin melonggarkan sikap otoritas kita dan lebih bersikap sebagai rekan dialog anak. Jika orang tua telah mendidik anak dengan baik, pada akhir masa remajanya, anak sudah tidak perlu lagi ditegur dan mendapat disiplin karena sudah terbiasa hidup dalam aturan dan mengambil keputusan dengan bijak.

Apakah yang harus kita usahakan dan perhatikan supaya kita bisa seimbang dalam mendidik anak?

Pertama, orang tua haruslah menjaga sikap dan perilaku diri, agar orang tua juga dihormati anak. Karena orang tua sering adalah lambang aturan, terutama dalam pandangan anak yang masih kecil. Juga agar anak tidak sinis kepada orang tua karena melihat orang tua konsisten.

Kedua, kedua orang tua perlu konsisten dan relatif sama dalam pandangan terhadap prinsip hidup serta cara mendidik anak. Kalau tidak ada konsistensi, anak cenderung sulit menghormati orang tuanya.

Ketiga, orang tua perlu menunjukkan keteladanan dalam hal kasih dan dalam berkata-kata. Sangat penting bagi orang tua untuk belajar bersabar satu dengan yang lain dan saling mengasihi. Orang tua juga perlu meminta maaf dengan tulus dan segera jika berbuat salah kepada pasangannya. Juga agar orang tua dapat mengendalikan diri serta menyelesaikan persoalan dengan berdiskusi.

Keempat, dari sudut perkembangan anak, ketegasan, ketika anak melakukan pelanggaran yang disengaja dan yang berat, perlu lebih terasa meskipun tetap harus dikombinasikan dengan kelembutan dan kasih. Semakin mendekati usia remaja, orang tua hendaknya semakin melakukan pendisiplinan secara lisan daripada secara fisik.