Berita Telaga Edisi No. 90 /Tahun VIII/ Februari 2012
Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK)
Sekretariat: Jl.Cimanuk 56 Malang 65122 Telp.: 0341-408579, Fax.:0341-493645
Email: telagatelaga.org
Website: http://www.telaga.org [1] Pelaksana: Melany N.T., Dewi K. Megawati
Bank Account: BCA Cab. Malang No. 011.1658225 a.n. Melany E. Simon
PROSES BERPACARAN
Firman Tuhan di Amsal 18:22 mengatakan,"Siapa mendapat istri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan Tuhan."
Ada dua hal yang dapat kita simpulkan dari ayat ini:
Berpacaran adalah bagian penting dalam persiapan pernikahan. Tanpa persiapan yang matang, pernikahan berisiko gagal. Itu sebabnya kita harus memahami lebih dalam lagi tentang berpacaran. Pertama kita ingin melihat anatomi atau proses terjadinya berpacaran.
ANATOMI BERPACARAN
APAKAH YANG PERLU DIAMATI?
JIKA JAWABAN TERHADAP KETIGANYA ADALAH, "YA"
APAKAH YANG MESTI DIPERHATIKAN PADA MASA BERPACARAN?
KONFIRMASI DALAM BERPACARAN
PERNIKAHAN JUGA DIBANGUN DI ATAS TIANG:
NASIHAT AKHIR "Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi." (Amsal 12:11) Lakukanlah tugas berpacaran sebaik-baiknya ! Ini adalah investasi terpenting dalam hidup kita !
Oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi
Audio dan transkrip bisa didapatkan melalui situs TELAGA dengan kode T 323.
Mengenal Lebih Dekat
Puji Tuhan, pada bulan Februari ini Tuhan mengizinkan Telaga untuk bekerjasama dengan 3 radio baru. Khusus kali ini akan diuraikan satu di antaranya. Radio DIAN KASIH JAYA FM di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengudara pada frekuensi 103.4 MHz. Jangkauan siar dari radio ini adalah Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kota Curup, Kabupaten Bengkulu Selatan. Program TELAGA bisa didengarkan pada hari Sabtu pk. 08.00 WIB. Bagi Anda atau kerabat Anda yang tinggal di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya silakan menyimak program Telaga.
Doakanlah
Telaga Menjawab
Tanya ? Saya seorang pelayan Tuhan, saya melayani lewat pelayanan pemuridan sejak masih kuliah. Saya memunyai anak-anak rohani yang saya muridkan. Dan sekarang selain saya melayani anak-anak rohani, saya juga mulai menginjili orang-orang di sekitar saya. Salah seorang yang saya injili adalah OB di tempat saya bekerja dan sekarang dia beserta istri sudah menjadi orang percaya. Kehidupan rohani saya cukup baik. Saya seorang gadis berusia 31 tahun, masalah terberat saat ini adalah masalah pasangan hidup. Saya berpikir tidak ada salahnya dengan diri saya, dan memang saya memunyai kriteria yang lebih dari orang lain pada umumnya karena saya adalah pelayan Tuhan jadi saya pun menginginkan pasangan saya kelak adalah orang yang melayani Tuhan juga. Di masa-masa ini saya menantikan janji Tuhan tentang pasangan hidup, dan perasaan saya seringkali naik turun, adakalanya saya begitu kuat dan mantap menatap masa depan dengan memegang janji-janjiNya.
Tapi akhir-akhir ini saya merasa tidak bisa melihat Allah dengan baik. Saya bingung, seringkali saya memertanyakan pada Allah, apa yang salah dengan saya? Justru saya banyak menghabiskan hidup saya untuk pekerjaan-Nya. Saya juga sering membandingkan diri dengan teman-teman saya. Mereka tidak melayani Allah tapi mereka dengan mudahnya mendapatkan pasangan hidup. Dan secara fisik atau penampilan, saya pun lebih dari mereka. Saya cukup pintar secara intelektual. Jadi apa yang salah dengan saya?
Jawab !!! Di Kejadian 12 dapat kita baca, Tuhan memanggil Abram keluar dari tanah kelahirannya untuk pergi mengikut-Nya. Termaktub dalam panggilan itu adalah dua janji yakni (a) Tuhan akan memberinya keturunan dan membuatnya menjadi bangsa yang besar serta (b) Tuhan akan memberinya tanah atau negeri. Di Kejadian 15 dapat kita baca Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berkata "Jangan takut, Abram. Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar." Padahalnya, bertahun-tahun setelah Tuhan memanggil Abram, ia tetap belum memunyai keturunan dan tanah yang ditempatinya hanyalah sebagian kecil dari tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Dengan kata lain, Abram sudah mengerjakan bagiannya yakni pergi mengikut Tuhan, sedang Tuhan belum mengerjakan bagian-Nya. Bukan saja Abram belum memunyai keturunan dan memiliki negeri yang dijanjikan Tuhan, malah ia pernah mengalami bala kelaparan sehingga harus mengungsi ke Mesir (dan istrinya diambil oleh Firaun). Dari perkataan Tuhan kepadanya di Kejadian 15, "Jangan takut, Abram" dapat disimpulkan bahwa ia tengah mengalami kecemasan yang dalam Itu sebabnya Tuhan mengatakan,"jangan takut". Namun, hal indah yang dapat kita lihat disini adalah, Tuhan berinisiatif menghampiri Abram di dalam kebimbangannya. Tuhan mengerti bahwa Abram tengah membutuhkan kekuatan untuk terus bertekun dalam janji Tuhan. Nah, kita tahu bahwa setelah itu pun Abram tidak langsung dikaruniai anak. Abram harus menunggu 25 tahun sebelum melihat pemenuhan janji Tuhan. Dan, sampai ia meninggal dunia, ia tidak pernah melihat pemenuhan janji Tuhan akan negeri itu. Negeri yang Tuhan janjikan barulah menjadi milik keturunan Abraham sekitar 700 tahun kemudian yakni pada zaman Yosua.
Tolong Anda perhatikan Kejadian 15:6, "Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Abram percaya bahwa Tuhan tidak berbohong. Abram percaya bahwa Tuhan baik dan bahwa Ia akan melimpahkan kebaikan-Nya kepada Abram. Abram percaya meski ia tidak melihat apa pun. Dengan kata lain, Abram percaya kepada perkataan dan kebaikan Tuhan kendati ia tidak melihat bukti atau penggenapan janji Tuhan. Kita yang hidup beberapa ribu tahun kemudian, melihat pemenuhan janji Tuhan kepada Abram.
Tuhan pun meminta Anda untuk percaya. Bukan pada bukti atau penggenapan janji atau permintaan doa, melainkan percaya kepada-Nya bahwa Ia adalah Allah yang mengasihi Anda sebab jika tidak, Ia tidak akan memberi putra tunggal-Nya mati bagi Anda. Di atas dasar inilah kita meletakkan iman.
Manusia bisa salah mengatur hidup kita, tetapi Tuhan tidak pernah salah mengatur hidup kita. Tidak ada yang salah dalam pengaturan Tuhan; anda berada tepat di dalam kehendak-Nya dan sekarang ini kehendak dan pengaturan-Nya adalah hidup Anda sendiri.
Links
[1] http://www.telaga.org
[2] https://telaga.org/jenis_bahan/berita_telaga
[3] https://telaga.org/kode_kaset/t323a
[4] https://telaga.org/kode_kaset/t323b