Pdt. Dr. Paul Gunadi
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Bagaimana Menangani Anak Yang Egois 2
Lanjutan dari T52B
Bagaimana Menangani Anak Yang Egois 1
Pada dasarnya setiap anak lahir ke dunia memiliki sikap egois atau sikap mementingkan diri sendiri. Kita sebagai orangtua harusnya dapat menciptakan pertumbuhan yang sehat yang dapat mendorong anak bukan saja mementingkan dirinya namun juga mementingkan diri orang lain. Dan juga menciptakan keseimbangan antara mementingkan diri sendiri dan juga mementingkan diri orang lain.
Menghidupkan Cinta Yang Mati
Memelihara cinta lebih baik daripada menghidupkan cinta yang mati, karena itu suatu pekerjaan yang tidak mudah. Memerlukan pergumulan dan proses atau tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, dan memerlukan komitmen yang luar biasa tingginya, tanpa komitmen yang tinggi, maka akan ambruk di tengah jalan.
Kondisi Bertumbuhnya Cinta Kasih
Cinta kasih sangat memerlukan pemeliharaan, baik itu cinta kasih di antara suami-istri, orangtua-anak, antar rekan, teman dsb. Kita perlu mengenal hal-hal apa yang dapat menyuburkan cinta kasih, tanpa hal-hal tersebut cinta kasih cenderung akhirnya pudar.
Pengaruh Ejekan atau Olokan Terhadap Perkembangan Anak
Pada dasarnya ejekan teman berdampak lumayan terhadap perkembangan jiwa si anak. Dan hal ini cenderung membuat anak memiliki perasaan minder.
Pencobaan Ditengah Kejayaan
Cinta kasih sangat memerlukan pemeliharaan, baik itu cinta kasih di antara suami-istri, orangtua-anak, antar rekan, teman dsb. Kita perlu mengenal hal-hal apa yang dapat menyuburkan cinta kasih, tanpa hal-hal tersebut cinta kasih cenderung akhirnya pudar.
Keterbukaan dalam Pernikahan
Keterbukaan atau kejujuran dalam pernikahan itu sangat penting, meski kejujuran mungkin akan melukai tapi janganlah sengaja melukai dengan berkata hal-hal yang jujur. Dan keterbukaan berkaitan erat dengan kepercayaan dan kedewasaan hubungan itu sendiri.
Topeng dalam Pernikahan
Topeng pernikahan di sini merupakan diri yang kita sajikan kepada pasangan hidup kita, sebab kita berkeyakinan bahwa itulah diri yang diharapkan oleh pasangan kita.
Peran Orangtua dalam Pembentukan Jati Diri Remaja
Jati diri di dalam anak tidak terjadi sewaktu anak menginjak usia remaja, tetapi itu harus terjadi sewaktu anak mulai usia dini. Jadi orangtualah yang harus berperan aktif baik sebagai pemberitahu, sebagai pemberi tanggapan, sebagai cermin maupun sebagai pihak yang memberikan pengarahan pada anak.
Peran Teman dalam Kehidupan Remaja
Secara alamiah seorang anak membutuhkan teman. Untuk bermain bersama bila waktu masih kecil dan membutuhkan teman untuk berdialog, mencurahkan isi hati ketika sudah menginjak remaja. Sedikitnya ada tiga hal yang dapat kita pelajari peranan teman dalam tema ini. Baik sebagai pembanding, pemantul, maupun penguji.