Suami/Istri

Berbicara tentang, "Siapa yang harus berubah?" bisa berlangsung semalaman dan itu pun biasanya tidak selesai. Dua hal yang perlu kita pertimbangkan yaitu kematangan dan kejelasan peran. Dengan kematangan dan kejelasan peran, "berubah" tidak lagi menjadi bahan pemikiran atau pemaksaan. Berubah menjadi sealamiah bernapas.

Di antara kita yang sudah menjalani pernikahan selama bertahun-tahun, kadang-kadang muncul penyesalan dalam hati mereka. Tapi kita harus ingat satu hal bahwa kita tidak sempurna, jadi pernikahan pun juga tidak ada yang sempurna. Dalam materi ini diberikan contoh dan saran yang harus kita ketahui agar pernikahan kita dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Apa yang terjadi setelah pernikahan, bara cinta tiba-tiba menjadi dingin seolah-olah tiada lagi api yang dapat dilihat di antara kedua orang yang tadinya sangat mencintai. Dalam materi ini kita akan melihat beberapa hal yang menyebabkan cinta itu sampai menghilang atau menjadi hambar setelah menikah.

Banyak hal yang dapat membuat kita kurang sabar. Kita perlu menghindari hal-hal tersebut, karena kesabaran merupakan salah satu aspek yang penting untuk memperkuat pernikahan kita.

Penyebab dari masalah yang sering timbul dalam keluarga yang terutama adalah pribadi yang bersangkutan itu sendiri. Antara lain ialah Gaya Hidup Bermasalah, Cara Komunikasi Bermasalah dan Mekanisme Memenuhi Kebutuhan. Disini akan dijelaskan secara jelas mengenai tiga hal tersebut.

Cinta itu jauh lebih luas daripada penghargaan namun penghargaan itu dapat menjadi wujud nyata dari cinta kasih. Dan semakin besar penghargaan yang kita berikan makin besar kemungkinan cinta kasih itu tetap berjalan.

Di dalam materi ini kita akan mengerti satu hal kenapa Tuhan memilih seorang pria menjadi kepala dan menghendaki istri tunduk kepadanya dan sejauh manakah istri itu harus tunduk kepada suami?

Halaman