Pranikah/Pernikahan

Pernikahan merupakan dua pribadi yang disatukan oleh Tuhan, dan masing-masing pribadi mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, untuk itu diperlukan penyesuaian. Dalam penyesuaian kita perlu mengetahui; lima tahap penyesuaian dalam pernikahan yaitu Pengantin baru, Orang tua baru, Sarang kosong, Pensiun, Kematian pasangan.
Hidup bersama dalam pernikahan menuntut adanya perubahan dan penyesuaian diri. Karena itulah diperlukan suatu karakteristik yang disebut fleksibel, artinya dua-dua harus sanggup mengubah diri agar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pasangan.
Satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah angka perceraian di masa sekarang jauh melampaui masa sebelumnya.Yang memprihatinkan adalah, perceraian tidak saja menerpa pasangan paro-baya tetapi juga pasangan muda, yang usia pernikahannya masih di bawah lima tahun. Kendati ada pelbagai penyebab mengapakah pernikahan berakhir di usia dini, namun mungkin sekali penyebab utamanya adalah karena KURANGNYA PERSIAPAN. Berikut ini akan dibahas dua tugas atau fase dalam berpacaran yang mesti diperhatikan dengan saksama guna membangun relasi nikah yang kuat, yaitu fase ketertarikan dan fase kecocokan.
Ada banyak hal yang dapat menentukan keharmonisan pernikahan, namun di antara semua itu, ketiga faktor berikut merupakan yang terpenting:
  1. Relasi dengan Tuhan yang otentik dan dinamis,
  2. Kesamaan dalam hal yang penting dan
  3. Kesehatan jiwa masing-masing. Dalam bagian ini akan dibahas ketiga faktor tersebut.
Ada banyak hal yang dapat menentukan keharmonisan pernikahan, namun di antara semua itu, ketiga faktor berikut merupakan yang terpenting:
  1. Relasi dengan Tuhan yang otentik dan dinamis,
  2. Kesamaan dalam hal yang penting dan
  3. Kesehatan jiwa masing-masing. Dalam bagian ini akan dibahas ketiga faktor tersebut.
Bukan hanya di sinetron atau film-film saja cinta pertama itu terjadi, pada dunia nyata pun cinta pertama juga bisa terjadi. Bahkan ada juga karena cinta pada pandangan pertama kemudian bisa membawa mereka sampai ke pernikahan. Namun bagaimana sebenarnya cinta pertama ini? Benarkah cinta pada pandangan pertama bisa langgeng?
Segitiga cinta yang masing-masing sudutnya kita beri nama keintiman, nafsu, dan komitmen ternyata bisa menghasilkan 7 jenis hubungan antara lain rasa suka, cinta kosong, tergila-gila, cinta karib/persahabatan, cinta bodoh, cinta romantis dan cinta sempurna. Simaklah penjelasan masing-masing secara rinci, silakan menikmati.
Pasangan yang baru menikah, kadang masih merasa bingung dengan apa yang harus dilakukan, ketetapan apa yang harus dibuat untuk bisa mengatur keluarganya ke arah yang lebih baik. Di sini akan dipaparkan dengan jelas apa saja yang harus dilakukan sejak awal pernikahan agar pernikahan mereka bisa langgeng sampai seterusnya.
Pasangan yang baru menikah, kadang masih merasa bingung dengan apa yang harus dilakukan, ketetapan apa yang harus dibuat untuk bisa mengatur keluarganya ke arah yang lebih baik. Di sini akan dipaparkan dengan jelas apa saja yang harus dilakukan sejak awal pernikahan agar pernikahan mereka bisa langgeng sampai seterusnya.
Sesungguhnya ada satu aspek dalam pernikahan yang kadang terlupakan yaitu aspek saling menajamkan. Ibarat pisau atau besi yang mesti diasah agar tetap tajam, demikian pulalah karakter kita perlu ditajamkan. Menajamkan berarti menunjukkan kelemahan pasangan dan memberikan masukan untuk memerbaikinya. Sebagaimana pisau yang tajam akan menjadi pisau yang berfungsi optimal, demikian pulalah karakter yang tajam akan menjadi karakter yang berfungsi optimal. Hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk menajamkan pasangan? Secara rinci di sini dijelaskan.

Halaman