Pranikah/Pernikahan

Anak yang bertumbuh besar tanpa bekal kasih dan penerimaan yang cukup akan mencari kasih di luar sebagai responnya. Sayangnya kerap kali ia gagal menemukan kasih karena ia mencarinya di tempat yang salah. Ia mengidentikkan beberapa hal dengan kasih padahal hal-hal itu bukanlah kasih. Lalu apa yang harus kita lakukan bila semasa kecil kita tidak cukup menerima kasih ?
Jika kita dibesarkan tanpa kecukupan kasih, kita mesti bersikap lebih berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Berikut akan dipaparkan beberapa jenis pria tidak sehat yang kerap dipilih oleh perempuan yang membutuhkan cinta serta beberapa masukan untuk menghindar dari relasi yang mendukakan kita.
Firman Tuhan tidak menyediakan FOTO pernikahan; Firman Tuhan hanya menyediakan SKETSA pernikahan. Tidak ada pernikahan yang ideal yang cocok bagi semua pasangan, yang ada adalah pernikahan yang sehat. Pernikahan kita sehat jika kita tahu kita dikasihi, dilindungi, dan diberi kebebasan oleh pasangan kita.
Jalan hidup tidak selalu lancar dan lurus. Kadang kita harus siap menghadapi tantangan yang membuat hidup beralih arah. Untuk mengatasi tantangan hidup, kadang suami-istri terpaksa hidup terpisah bukan saja berbulan-bulan tetapi juga bertahun-tahun. Berikut akan dipaparkan beberapa pengamatan dan masukan bagi mereka yang terpaksa harus hidup nikah tetapi terpisah.
Di dalam rencana Tuhan yang baik dan sempurna, Ia mendesain pernikahan sebagai ajang untuk memurnikan kasih. Walaupun kita mengawali pernikahan dengan kasih eros — kepuasan pribadi — pada akhirnya kita mesti menjalankan roda pernikahan dengan kasih agape — penerimaan penuh. Berikut akan dipaparkan proses bagaimanakah Tuhan memurnikan kasih lewat pernikahan.
Adakalanya kita sadar bahwa kita salah dan seharusnyalah kita mengakuinya. Namun seringkali kita tetap bersikeras menganggap pasangan kita yang salah dan harus meminta maaf. Pertanyaannya, mengapa kita sulit mengaku salah?
Sebagaimana tubuh memerlukan darah demikianlah pernikahan memerlukan komunikasi. Tanpa komunikasi tidak akan terjalin relasi apalagi relasi pernikahan. Siapapun yang menikah pasti mengakui bahwa tidak mudah menjalin komunikasi. Ada saja pertengkaran yang terjadi akibat salah berkomunikasi. Karena itu, mari kita bahas mengapakah kita sulit berkomunikasi dan bagaimana cara mengatasinya.
Sama seperti membangun rumah, pernikahan pun dibangun satu batu di atas satu batu, satu kayu di atas satu kayu.Ada banyak yang mesti dilakukan namun ada beberapa yang harus dikerjakan sedini mungkin.Kegagalan melakukan hal-hal ini pastilah berdampak buruk pada kondisi pernikahan. Berikut akan dipaparkan beberapa di antaranya.
Ada banyak perbedaan yang mesti diselaraskan dalam pernikahan. Keberhasilan atau kegagalan kita menyelaraskan perbedaan akan menentukan kondisi pernikahan. Penting bagi kita untuk bukan saja mengenali tetapi juga mengatasi perbedaan. Berikut akan dipaparkan beberapa hal yang kerap muncul dalam pernikahan yang menuntut penyelarasan.
Pada umumnya “selamat berbahagia” adalah ucapan yang kita sampaikan kepada pasangan yang menikah.Sesungguhnya ucapan yang lebih tepat adalah “selamat bekerja.”Ya, untuk berbahagia, kita mesti bekerja.Kebahagiaan tidak datang begitu saja; kebahagiaan adalah buah dari kerja keras menyesuaikan dan saling membahagiakan pasangan.Berikut ini akan dipaparkan beberapa tugas penyesuaian yang mesti diselesaikan pada awal pernikahan

Halaman