Pengembangan Diri

Mampu menerima teguran dengan baik sama pentingnya dengan menegur dengan baik. Firman Allah tampaknya lebih banyak membahas tentang menerima teguran daripada member teguran.Tidaklah terlalu sulit untuk menanggapi dengan baik ketika seseorang menegur kita dengan lembut dan penuh kasih. Namun, ketika kita diserang atau ditegur dengan cara yang tidak tepat, kita tergoda untuk memberitanggapan yang tidak tepat juga. Bagaimana cara kita menghadapi dan menerima teguran dengan baik?
Salah satu keterampilan dalam hidup yang mesti kita kuasai adalah keterampilan mengambil keputusan. Sebagaimana kita ketahui kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat berakibat buruk dan panjang. Itu sebab penting bagi kita untuk tahu bagaimana caranya mengambil keputusan dengan baik. Berikut akan dibagikan beberapa pedoman yang dapat kita gunakan dalam pengambilan keputusan. Setelah itu barulah kita akan menyoroti suatu hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yaitu peranan iman — dan tentunya Tuhan — dalam pengambilan keputusan.
Salah satu keterampilan dalam hidup yang mesti kita kuasai adalah keterampilan mengambil keputusan. Sebagaimana kita ketahui kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat berakibat buruk dan panjang. Itu sebab penting bagi kita untuk tahu bagaimana caranya mengambil keputusan dengan baik. Berikut akan dibagikan beberapa pedoman yang dapat kita gunakan dalam pengambilan keputusan. Setelah itu barulah kita akan menyoroti suatu hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yaitu peranan iman — dan tentunya Tuhan — dalam pengambilan keputusan.
Salah satu pergumulan rohani yang mesti kita semua lalui adalah menerima jawaban “tidak” dari Tuhan. Andai saja permohonan itu buruk dan jahat, kita semua akan bersedia mendengar jawaban “tidak”. Pergumulan timbul sebab kita tidak memohon yang buruk dan jahat; sebaliknya, kita memohon sesuatu yang baik, seperti mohon diberikan keturunan, disembuhkan, disediakan pekerjaan dan sebagainya. Namun, sebagaimana kita ketahui, Tuhan tidak selalu menjawab “ya”. Mengapa demikian?
Kita hidup di era efisiensi. Kata efisiensi mengandung arti melakukan atau menghasilkan sebanyak mungkin dengan tenaga dan waktu sesedikit mungkin. Segala perencanaan yang kita buat didasarkan atas hukum efisiensi. Tidak boleh ada yang terbuang, semua mesti terpakai sebaik mungkin — termasuk tenaga dan waktu. Lewat pembahasan ini kita melihat bahwa Tuhan tidak selalu bekerja berdasarkan hukum efisiensi. Kehendak Tuhan berada di atas hukum efisiensi.
Ada sebelas cara untuk memiliki gaya hidup sehat, lima di antaranya adalah ambil tanggungjawab, buanglah sampah hati dan jagalah hati tetap bersih, kenali dan terima keterbatasan diri, hargai dirimu, carilah pertolongan. Apa lagi sisanya ? Bagaimana pengulasannya? Ikutilah penjabaran lengkapnya.
Ada sebelas cara untuk memiliki gaya hidup sehat, lima di antaranya adalah ambil tanggungjawab, buanglah sampah hati dan jagalah hati tetap bersih, kenali dan terima keterbatasan diri, hargai dirimu, carilah pertolongan. Apa lagi sisanya ? Bagaimana pengulasannya? Ikutilah penjabaran lengkapnya.
Memahami orang lain bukanlah hal yang mudah, karena dituntut untuk bisa memahami pemikiran dan perasaan seseorang. Kendati sulit, keterampilan ini sangatlah dibutuhkan untuk membangun suatu relasi yang sehat dan langgeng. Untuk itu disini dipaparkan bagaimana cara memahami yang benar dan mudah diterapkan
Ketika kita berdosa dan kita datang mohon pengampunan-Nya, maka dosa kita diampuni. Namun ketika orang bersalah kepada kita, tidak mudah bagi kita memaafkannya apalagi kalau masalahnya begitu sulit untuk dimaafkan. Nah, untuk itu kita harus terus belajar memaafkan, kapan kita harus belajar dan bagaimana kita memelajarinya? Disini diulas mengenai keterampilan memaafkan.
Memberi adalah kata yang sederhana namun mengandung arti yang dalam, karena di dalam prakteknya orang sulit untuk menerapkan hal tersebut. Di dalam hal memberi, ada dua tipe orang di dunia ini yang pertama adalah orang yang berusaha untuk memberi dan kedua orang yang berusaha untuk tidak memberi. Kadang dengan Tuhan pun demikian, kita melakukannya sebagai sebuah transaksi yaitu kita memberi sebab kita mengharapkan Tuhan membalas pemberian kita berlipat ganda. Mengapa kita seperti itu? Berikut akan dibahas faktor apakah yang membuat seseorang berjiwa memberi atau tidak.

Halaman