Pendidikan

Pribadi kita merupakan hasil bentukan dari sejumlah kebiasaan yang diterapkan oleh orang tua. Kalau kebiasaan itu baik, maka pastilah kita menjadi pribadi yang baik, sedangkan kebiasaan yang buruk, tentulah menghasilkan pribadi yang buruk pula. Maka tugas kita sebagai orang tua adalah menanamkan kebiasaan yang baik pada anak agar ketika anak bertumbuh menjadi dewasa, dia menjadi pribadi yang baik. Dan yang menjadi pertanyaan, kebiasaan baik seperti apakah yang akan kita tanamkan? Disini akan diulas.
Kendati kemajuan teknologi dicicipi oleh semua lapisan masyarakat, namun tidak bisa disangkal bahwa kelompok remaja adalah kelompok yang paling memanfaatkan kemajuan ini. Tidak heran, generasi remaja sekarang dijuluki Generasi M--singkatan dari multi-tasking yang berarti melakukan beberapa hal pada saat bersamaan. Di sini akan dijelaskan beberapa tanggapan terhadap pengaruh positif maupun negatif kemajuan teknologi pada perkembangan hidup anak.
Waktu anak terdidik dengan baik, maka dia akan mendatangkan sukacita bagi kita orangtua. Dalam topik ini orangtua diajak untuk mengetahui bagaimana mendidik anak, khususnya bagi ibu muda.
Seks adalah suatu hal yang lebih sering memenuhi pikiran anak remaja. Seperti hal-hal yang lain seks juga sangat penting untuk dibicarakan pada anak-anak kita. Supaya anak-anak mempunyai gambaran yang jelas tentang seks.
Pola pendidikan anak di tengah-tengah keluarga tidak cukup hanya dengan perkataan atau ucapan tetapi orangtua harus terlebih dahulu memberikan teladan kepada putra-putrinya.
Ada banyak alasan mengapa orang melakukan aborsi namun salah satu alasan yang paling umum adalah ketidaksiapan mempunyai anak. Apa pun posisi kita tentang aborsi, pada umumnya kita mendasari pandangan itu pada status kehidupan si anak dalam kandungan. Sudah tentu hal ini tidak salah namun sesungguhnya kita pun mesti menyoroti masalah aborsi dari sudut rencana Allah dalam hidup kita.
Kadang kesalahpahaman terjadi dalam komunikasi. Mungkin kita mengatakan sesuatu namun ditafsir berbeda oleh yang orang lain atau dalam keadaan emosional kita mengatakan sesuatu yang tidak tepat. Semua ini dapat berakibat buruk dan perlu penjelasan supaya relasi kembali terajut. Namun adakalanya sesuatu yang lebih buruk terjadi yakni lewat perkataan kita menebar racun yang mematikan. Disini akan dipaparkan beberapa jenis racun dalam perkataan yang dapat kita temui di Alkitab.
Mungkin lebih banyak masalah timbul akibat perkataan, bukan perbuatan. Sebagaimana dijelaskan oleh Firman Tuhan, walau kecil lidah berpotensi untuk “. . . membakar hutan yang besar.” Itu sebabnya penting bagi kita untuk menguasai perkataan yang keluar dari mulut. Beberapa prinsip untuk bisa mengendalikan lidah akan diuraikan disini.
Perubahan bisa terjadi di berbagai aspek termasuk juga di dalam kehidupan berorganisasi, untuk bisa membuat perubahan yang baik tidaklah mudah, kita mesti bersikap hati-hati dan bijaksana. Kegagalan kita untuk bersikap hati-hati dan bijak acap kali berakibat buruk, namun tidak dikatakan bahwa kita selalu harus menutup mata dan mengunci mulut—kadang kita harus tetap melakukan perubahan dan siap menanggung konsekwensinya. Yang ingin disampaikan disini, kita harus berhati-hati dan bersikap bijak, tidak emosional.
Tuntutan akan perubahan ternyata diperhadapkan kepada semua orang baik itu suami istri atau juga organisasi. Ada orang yang setuju untuk berubah namun ada pula yang menolak untuk berubah. Sebagai pengambil keputusan entah itu kepala keluarga atau pimpinan organisasi harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan suatu perubahan, antara lain apakah tuntutan itu beralasan, seberapa besarnya kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan umum, dampak penolakan itu pada diri kita.

Halaman