Pelayanan Gereja

Mengapa Tuhan bisa marah? Pertanyaan ini muncul dari anggapan bahwa Tuhan adalah baik dan Tuhan yang baik tidak seharusnya marah. Namun apakah benar anggapan kita bahwa kemarahan itu berlawanan dengan kebaikan?

Dalam topik ini kita akan mengetahui bagaimana peran wanita di dalam pelayanan, ternyata tidak hanya kaum pria saja yang berhak duduk di dalam pelayanan gereja dan sebagainya. Wanita pun diperlukan di sana, Tuhan begitu spesial memperhatikan wanita yang dianggap lemah, khususnya saat pelayanan Tuhan Yesus waktu itu.

Biasanya akan ada pergumulan setelah panggilan itu sampai dan mereka benar-benar menyerahkan hidupnya serta mengambil tindakan yang konkret untuk menjadi seorang hamba Tuhan. Disini diberikan contoh pergumulan seseorang sebelum menjadi hamba Tuhan.

Perlu keseimbangan antara keluarga dan pelayanan. Yang penting bukan aktifitas atau kehadirannya, tapi hubungan pribadi dan penyerahan hidup pada Tuhan. Ada dua bahaya atau ekstrem, yaitu "mengagungkan keluarga demi Tuhan" atau "mengabaikan keluarga untuk Tuhan". Apakah semua anak Tuhan dipanggil untuk melayani ? Ya dan Tidak. Ya, karena semua yang kita lakukan adalah untuk Tuhan. Tidak, dalam pengertian pelayanan/jabatan gerejawi.

Di Matius 25:14-30 dicatat perumpamaan talenta. Perumpamaan yang di tuturkan oleh Tuhan Yesus ini merupakan bagian pengajaran Tuhan tentang akhir zaman. Di akhir zaman Tuhan datang kembali dan menuntut pertanggung jawaban kita atas segala yang telah Ia percayakan kepada kita hamba-hambaNya. Di sini mari kita perhatikan perumpamaan dengan lebih saksama agar dapat menimba pelajaran yang terkandung di dalamnya

Halaman